Dobo, Beritajar.com: Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel menyampaikan pesan menyentuh sekaligus tegas saat menerima perwakilan penambang pesisir pantai Marbali di ruang kerjanya, Rabu (22/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati menekankan bahwa kebijakan penghentian aktivitas penambangan batu karang bukan bentuk kebencian, melainkan bukti kecintaan terhadap masa depan bumi Jargaria.
Bupati menegaskan bahwa secara politik, jauh lebih mudah baginya untuk mendiamkan aktivitas ilegal tersebut demi menjaga popularitas. Namun, ia memilih jalan sulit karena peduli pada kerusakan lingkungan yang kian nyata.
“Secara politik, lebih baik saya nyaman-nyaman saja, tidak usah berbenturan dengan kalian. Tapi kalau kita biarkan yang salah ini jalan terus, bagaimana masa depan anak cucu kita? Mungkin tahun depan pantai Marbali sudah rata dan tidak ada lagi,” tegas Kaidel di hadapan perwakilan.
Kaidel menyoroti beban kerja para penambang yang harus menyelam dan melakukan aktivitas fisik yang sangat berat. Menurutnya, tenaga yang dikeluarkan masyarakat tidak sebanding dengan hasil ekonomis yang diterima, namun mereka terpaksa melakukannya karena keterbatasan lapangan kerja.
“Kalian bekerja sangat berat, bahkan sampai menyelam. Itu tidak sesuai dengan harga yang dibayar. Selama ini kita pemerintah daerah membiarkan kalian tetap susah dalam pekerjaan berat itu. Sekarang, kita ingin mengubah mindset itu,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap alam. Ia menekankan bahwa karang yang selama ini dianggap sekadar “batu” sebenarnya adalah makhluk hidup yang menopang kekayaan laut Aru.
“Dari zaman ke zaman orang bilang itu batu. Itu bukan batu, itu makhluk hidup, Kita harus hentikan (penambangan) supaya mindset kita berubah. Kita bangga laut kita kaya, tapi kalau kita hancurkan rumah ikannya, itu percuma,” lanjutnya.
Menyadari bahwa penambangan dilakukan karena faktor ekonomi, Pemkab Aru menyatakan telah mengantongi solusi untuk mengalihkan mata pencaharian warga ke sektor yang lebih berkelanjutan.
“Kita sudah turun beberapa kali ke Marbali untuk sosialisasi. Perintah saya jelas, atasi masalahnya dan berikan solusi. Kita mau memulai sesuatu yang baru agar kalian tidak lagi bergantung pada menambang batu. Ini soal niat baik kita semua karena kita sayang Aru,” tutup Bupati.
Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemkab Kepulauan Aru akan segera menindaklanjuti langkah-langkah teknis untuk menutup aktivitas penambangan di pesisir Marbali dan sekitarnya serta mengalihkan warga ke sektor pekerjaan yang lebih layak dan ramah lingkungan.






