Cegah Provokasi Meluas, Bupati Aru Minta Warga Bijak Bermedsos Sikapi Konflik di Dobo

oleh -

Dobo, Beritajar.com: Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel menegaskan konflik yang terjadi di Kota Dobo bukan merupakan konflik antardesa maupun antarsuku.

Persoalan yang berkembang saat ini, kata dia, dipicu oleh kenakalan remaja dan perilaku sosial yang tidak bertanggung jawab, sehingga harus disikapi sebagai masalah pribadi.

Penegasan itu disampaikan Bupati Kaidel kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (1/6/2026) usai memimpin Upacara Hari Lahir Pancasila.

Ia menghimbau seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru, terutama yang berada di Kota Dobo, untuk menyikapi persoalan dengan bijak dan tidak menariknya ke isu SARA.

“Konflik hari ini bukan konflik antardesa, bukan konflik antarsuku. Ini akibat dari kenakalan remaja dan aktivitas kebiasaan sosial di masyarakat yang tidak bertanggung jawab. Ini murni masalah pribadi, jangan dibawa kepada masalah menyangkut rumpun, menyangkut kampung, menyangkut suku,” tegas Kaidel.

Bupati meminta masyarakat dapat membedakan persoalan pribadi dengan konflik komunal. Dengan pemisahan itu, penyelesaian dapat dilakukan lebih tepat dan tidak meluas. Ia juga meminta seluruh warga untuk menyikapi persoalan tersebut dengan kepala dingin.

Kepada masyarakat yang tidak terdampak langsung, Bupati Kaidel mengajak agar merespon dengan hal positif dan turut menjaga situasi tetap kondusif. Dirinya secara khusus menyoroti pentingnya kebijaksanaan dalam menyebarkan informasi, baik di media sosial maupun di tengah kerumunan.

“Jangan ada lagi yang terprovokasi dan menyebarkan himbauan yang menyesatkan. Informasi-informasi liar di masyarakat justru membuat kedua kubu terus tegang. Kita harus saling menjaga dan bijak dalam menerima serta menyebarkan informasi,” ujarnya.

Dirinya menambahkan sebagai langkah pencegahan dan penyelesaian, Pemkab Kepulauan Aru saat ini telah berkoordinasi dengan Polres Kepulauan Aru dan TNI yang bertugas di wilayah tersebut. Mediasi antara dua belah pihak yang bertikai dilakukan melalui jalur adat.

“Hari ini kita mediasi dengan dua belah pihak yang bertikai melalui jalur adat. Prosesnya akan berpusat di Desa Durjela untuk mempertemukan kedua pihak,” jelas Kaidel.

Menurutnya, pendekatan adat dipilih karena dinilai efektif meredam ketegangan dan mencari titik temu secara kekeluargaan. Pemerintah daerah, kepolisian, dan TNI akan mengawal penuh proses mediasi tersebut agar berjalan damai dan menghasilkan kesepakatan.

Tak hanya itu, Bupati memastikan, setelah rapat adat menghasilkan kesepakatan, pemerintah bersama aparat akan masuk ke tahap penindakan di lapangan. Salah satu fokus utama adalah menertibkan masyarakat yang masih membawa senjata tajam.

“Langkah-langkah berikutnya dari kepolisian, dari TNI-Polri, kita sudah berikan himbauan lagi kepada seluruh masyarakat. Setelah rapat adat nanti dan ada kesepakatan, langkah berikut adalah penindakan di lapangan. Jika ada masyarakat yang membawa sajam, kita langsung sita,” jelasnya.

Kaidel berharap seluruh masyarakat mendukung upaya bersama ini. Ia menekankan bahwa keamanan dan ketertiban di Kabupaten Kepulauan Aru adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah, TNI, Polri, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat harus bersinergi agar konflik tidak berlarut dan tidak ditunggangi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di Kota Dobo dilaporkan mulai kondusif. Aparat gabungan TNI-Polri masih tetap disiagakan di sejumlah titik yang dianggap rawan gesekan.