Mengenal Kencing Nanah (Gonore)

oleh -

Oleh : dr. Patrick Sanjaya, Puskesmas Dobo

Kencing nanah atau gonore (gonorrhea) adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, baik pria atau wanita, umumnya orang yang melakukan hubungan seksual berisiko, contohnya berhubungan tanpa kondom, bergonta-ganti pasangan dan berhubungan dengan orang yang menderita penyakit menular seksual

Penularan infeksi gonore biasanya terjadi saat berhubungan seks vaginal, oral, atau anal. Selain itu, Ibu hamil yang terinfeksi dapat menularkan penyakit ini pada bayi.

Gejala kencing nanah tidak selalu muncul pada orang yang terinfeksi. Kadang gejala yang biasanya muncul dalam 2 minggu setelah terkena infeksi ini juga sangat ringan sehingga luput dari perhatian. Bila muncul, gejala gonore bisa berbeda antara satu individu dan individu lain berdasarkan jenis kelamin dan area tubuh yang terinfeksi. Berikut ini beberapa di antaranya

Gejala pada pria
• Keluar cairan nanah dari saluran kencing
• Nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil
• Peradangan/pembengkakan pada kulup penis
• Testis terasa nyeri dan lunak, meski jarang

Gejala pada wanita
• Keluar cairan seperti keputihan tapi berwarna kuning kehijauan
• Rasa sakit atau panas saat berkemih
• Nyeri di bagian bawah perut
• Perdarahan setelah hubungan seksual atau di luar waktu menstruasi
• Darah lebih banyak keluar saat menstruasi

Gejala kencing nanah pada tenggorokan, mata, atau rektum:
• Tenggorokan: seringnya tanpa gejala, kadang menimbulkan nyeri tenggorokan dan pembengkakan di leher
• Mata: jika cairan vagina atau sperma yang terinfeksi terkena mata, bisa terjadi konjungtivitis dengan gejala mata bengkak, nyeri, dan keluar cairan
• Rektum: rasa gatal, tidak nyaman, nyeri, dan perdarahan

Cara utama untuk mendiagnosis kencing nanah adalah lewat pemeriksaan sampel cairan dari tubuh orang yang diduga terinfeksi. Setelah dokter menanyakan soal gejala serta melakukan pemeriksaan fisik pada pasien dan menduga ada infeksi gonore, pasien bisa diminta menjalani tes laboratorium.

Sebagai bagian dari tes ini, sampel cairan tubuh pasien akan diambil, terutama urine. Cairan dari bagian tubuh lain yang mungkin terkena infeksi juga mungkin diambil dengan metode usap atau swab, antara lain:
• Saluran kencing
• Serviks
• Vagina
• Tenggorokan
• Rektum

Dari sampel ini, dokter bisa menegakkan diagnosis kencing nanah, juga sekaligus penyakit seksual menular lain seperti klamidia yang gejalanya mirip gonore.

Cara Mengatasi Kencing Nanah
Cara utama untuk mengatasi kencing nanah adalah dengan antibiotik. Biasanya terdapat dua macam antibiotik yang diberikan lewat suntikan dan oral. Bakteri penyebab gonore makin lama makin kebal terhadap antibiotik. Karena itu, pasien mesti mengikuti instruksi dokter sepenuhnya agar bakteri di tubuhnya bisa lenyap dengan tuntas.

Komplikasi Kencing Nanah

Jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, kencing nanah bisa berkembang menjadi komplikasi yang lebih membahayakan. Di antaranya:
• Infertilitas
• Infeksi berat pada bagian abdomen
• Komplikasi kehamilan yang mengancam jiwa ibu dan bayi dalam kandungan
• Infeksi prostat
• Peningkatan risiko terkena infeksi HIV

Kapan harus ke dokter?

Semua orang bisa berkonsultasi dengan dokter ketika memiliki risiko terinfeksi gonore. Sebagai contoh, jika berada pada situasi berikut:
• Berhubungan seksual dengan seseorang yang diduga memiliki penyakit menular seksual
• Berganti-ganti pasangan
• Mulai mengalami gejala gonore
Apabila berada pada situasi di atas, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter di fasilitas kesehatan /puskesmas maupun rumah sakit.