Kita Bisa Kendalikan HIV/AIDS !

oleh -
dr. Carissa Nathania Angarmona, S.Ked

Oleh : dr. Carissa Nathania Angarmona, S.Ked

Angka HIV/AIDS di Indonesia dan Maluku

HIV adalah salah satu penyakit menular seksual yang sangat banyak terjadi di sekitar kita. Berdasarkan data resmi Kementrian Kesehatan RI, jumlah penderita HIV/AIDS tahun 2025 adalah 564.000 orang. Dimana 2 dari 3 penderita sudah mengetahui statusnya dan sedang ditangani, 55-56% diantaranya sudah menunjukkan penurunan jumlah virus (virus tidak terdeteksi). Data dari periode Januari-Maret 2025 menunjukkan 15.382 kasus baru HIV/AIDS di berbagai provinsi di Indonesia.

Berdasarkan laporan resmi Pemerintah Provinsi Maluku, sebanyak 556 kasus baru HIV/AIDS sepanjang periode Januari hingga November 2025 dengan rata-rata 45 kasus baru (per bulan) atau lebih dari 1 kasus (per hari) selama periode tersebut. Total keseluruhan kasus HIV/AIDS di Maluku adalah 9.955 kasus dengan 8.243 kasus HIV, dan 1.712 kasus AIDS.

Di Kabupaten Kepulauan Aru sendiri terdapat 43 kasus baru HIV/AIDS sepanjang tahun 2025. Saat ini terdapat 61 orang penderita HIV yang sedang mendapatkan perawatan di RSUD Cendrawasih Dobo. HIV menempati posisi ketiga sebagai penyakit menular seksual terbanyak di Kabupaten Kepulauan Aru, setelah Sifilis dan Gonore. Hal ini perlu menjadi catatan dan perhatian kita, bahwa perilaku menyimpang seksual (perilaku seksual yang tidak aman) masih merajalela di Kabupaten Kepulauan Aru dan kita perlu memberantas hal tersebut agar masyarakat sekitar menjadi lebih sehat dan produktif. Penelitian di Aru menunjukkan bahwa sebagian besar kasus HIV/AIDS disumbangkan oleh kelompok beresiko, salah satunya yaitu pekerja seks komersial.

Apa Itu HIV dan AIDS?

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. HIV terjadi ketika virus masuk ke dalam tubuh melalui cairan tubuh tertentu (darah, sperma, cairan vagina, ASI) dari orang yang sudah terinfeksi.
Jika tidak diobati, HIV dapat berkembang menjadi AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) yaitu kondisi ketika daya tahan tubuh sudah sangat lemah sehingga mudah terkena berbagai penyakit. Orang dengan HIV bisa terlihat sehat selama bertahun-tahun. Karena itu, satu-satunya cara mengetahui pasti apakah seseorang terinfeksi HIV atau tidak adalah dengan melakukan pemeriksaan HIV.

Bagaimana HIV Menular?

HIV menular melalui hubungan suami istri atau hubungan seksual yang tidak aman, seperti tidak menggunakan kondom atau berhubungan seksual dengan orang yang terinfeksi HIV, penggunaan jarum suntik secara bergantian, transfusi darah yang tidak aman, dari ibu yang terinfeksi kepada bayi saat hamil, melahirkan, atau menyusui. Segera lakukan tes jika mengalami gejala HIV.
HIV tidak menular melalui bersalaman atau berpelukan, makan bersama, gigitan nyamuk, tinggal serumah atau menggunakan toilet yang sama.

Gejala HIV

Gejala HIV bisa berbeda pada setiap orang, bahkan banyak orang tidak merasakan gejala apapun selama bertahun-tahun. Karena itu, pemeriksaan HIV diperlukan untuk memastikan seseorang terinfeksi atau tidak. Tahap awal (2-6 minggu setelah tertular) penderita dapat mengalami gejala mirip flu seperti demam, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, sakit tenggorokan, ruam kulit, pembengkakan kelenjar getah bening (di leher, ketiak, atau selangkangan), lemas dan mudah lelah. Gejala ini biasanya hilang sendiri dan sering disangka flu biasa. Setelah gejala awal hilang, virus tetap ada di dalam tubuh dan perlahan melemahkan daya tahan tubuh. Pada tahap ini penderita tampak sehat, tidak ada keluhan yang berarti, tetap bisa menularkan virus ke orang lain, tahap ini berlangsung 5-10 tahun atau lebih jika tidak diobati. Tahap lanjut (AIDS) Ketika penderita HIV tidak mendapat pengobatan, gejala bisa berupa berat badan turun drastis, diare berkepanjangan, demam lama (lebih dari 1 bulan), batuk kronis, infeksi berulang (paru-paru, kulit, mulut), sariawan berat, tubuh sangat lemah, dan sangat mudah terkena penyakit berbahaya seperti TBC, Pneumonia, Infeksi otak, Kanker tertentu, Diare kronis, dan infeksi berat lain. Penyakit infeksi tersebutlah yang sering menyebabkan kematian pada penderita.

Apakah HIV dapat disembuhkan?

Sampai saat ini, HIV belum bisa disembuhkan sepenuhnya. Namun dengan pengobatan yang disebut ARV (Terapi Antiretroviral), orang dengan HIV dapat hidup sehat, bekerja, menikah, dan memiliki anak yang sehat. Obat ARV tersedia gratis di banyak fasilitas kesehatan pemerintah. Masyarakat dapat melakukan pemeriksaan dan mendapatkan pengobatan HIV di Puskesmas, Rumah Sakit pemerintah, dan Klinik yang bekerja sama dengan Kementrian Kesehatan. Program penanggulangan HIV di Indonesia dikoordinasikan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Bersama Komisi Penanggulangan AIDS Nasional. Orang dengan HIV adalah bagian dari masyarakat kita yang membutuhkan dukungan, bukan malah dijauhi. Ketika dikucilkan mereka akan takut berobat dan justru meningkatkan resiko penularan. Penting untuk mengingat agar kita tidak sampai terkena HIV ini dengan cara setia kepada satu pasangan, gunakan kondom saat berhubungan seksual jika beresiko, jangan berbagai jarum suntik, segera periksa jika merasa beresiko atau mengalami gejala.

Pemeriksaan HIV

Tes HIV dilakukan dengan mengambil sampel darah dari ujung jari atau pembuluh darah, air liur, atau cairan tubuh orang yang akan diperiksa. Dari pemeriksaan akan dicari antibodi HIV atau antigen HIV. Tes bisa dilakukan di Puskesmas, Rumah Sakit, atau Klinik HIV/AIDS. Proses pemeriksaannya cepat (15-30 menit) dan hasil tes bersifat rahasia. Tes ini bisa dilakukan sebelum menikah, sebelum memiliki anak, atau saat merasa ada resiko. Jika pasangan pernah melakukan perilaku beresiko (hubungan seksual tidak aman, atau berbagi jarum suntik) tes harus diulang sesuai jadwal karena paparan baru bisa terjadi. Sampai kedua pihak yakin benar-benar bebas HIV, gunakan kondom setiap kali berhubungan. Ini akan melindungi anda dan pasangan dari penularan virus atau penyakit menular seksual lainnya. HIV tidak terlihat dari fisik. Pasangan bisa terlihat sehat, tapi tetap menularkan virus jika belum diperiksa. Terbuka dan jujurlah dengan pasangan mengenai riwayat hubungan seksual sebelumnya.

Pengobatan HIV

Jika ada orang terdekat yang telah terinfeksi HIV ketahuilah bahwa dukungan kita sangatlah penting, untuk membuat mereka tidak merasa sendiri, dan tetap bisa hidup sehat serta produktif dengan pengobatan dan dukungan yang tepat. Penderita harus mengonsumsi ARV secara teratur, setiap hari pada jam yang sama, jangan berhenti tanpa saran dari petugas kesehatan, jika lupa minum segera konsultasikan dengan petugas kesehatan. ARV tidak menyembuhkan melainkan menekan jumlah virus dalam tubuh, menjaga daya tahan tubuh tetap kuat, mencegah penularan ke pasangan dan bayi. Rutin kontrol untuk mengetahui jumlah virus dalam tubuh, dan segera berobat jika ada demam lama, batuk, diare, atau penurunan berat badan. Jangan lupa untuk mengonsumsi makanan bergizi (sayur, buah, protein), istirahat cukup, hindari rokok dan alkohol, kelola stres dengan baik, gunakan kondom saat berhubungan, jangan berbagi jarum suntik, konsultasi dengan petugas kesehatan jika ingin memiliki anak (agar bayi lahir sehat), jangan merasa malu dan takut. Jika merasa sedih atau tertekan, bicaralah dengan petugas kesehatan.

Pesan Untuk Diingat!

HIV bisa dicegah, dikendalikan, dan orang dengan HIV bisa hidup normal dengan pengobatan teratur. Setialah pada satu pasangan, pakailah kondom jika beresiko, jangan berbagi jarum suntik, cek kesehatan rutin, dan hidup sehat! Mari bersama kita jaga kesehatan keluarga kita dari HIV!.