Antara Ada dan Tiada: Catatan Kecil di HUT Ke-17 MBD

oleh -

Perayaan HUT ke-17 Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) mengusung tema “Baku Kele Membangun MBD” sebuah ajakan untuk bersatu, bergandengan tangan, dan membangun daerah dalam semangat kebersamaan.

Hadir dalam upacara tersebut Wakil Gubernur Maluku, didampingi oleh John Laipeny, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Maluku sekaligus putra asli MBD, namun tidak disebutnya nama beliau dalam sambutan maupun susunan acara resmi yang menjadi catatan tersendiri. Hal ini mencuri perhatian sebagian masyarakat.

Dalam situasi MBD yang masih menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi, mulai dari keterbatasan infrastruktur, tingginya angka kemiskinan, keterisolasian wilayah, hingga akses pelayanan publik yang belum merata maka semangat kolaborasi dengan semua pihak, termasuk wakil rakyat dari provinsi menjadi sangat penting.

Sebagai masyarakat yang hidup dalam nilai “Seka” kebersamaan dan saling menopang dan berpegang pada falsafah “Kalwedo” yang berarti aku adalah engkau, dan engkau adalah aku, semestinya semua pihak yang datang dengan niat membangun mendapat tempat yang terhormat dalam ruang-ruang formal daerah ini.

Kehadiran pemimpin asal daerah seperti John Laipeny seharusnya menjadi kekuatan tambahan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat MBD di level provinsi, apalagi saat daerah masih dibebani berbagai keterbatasan yang nyata.

Semoga ke depan, nilai “Baku Kele”, Seka dan Kalwedo tidak hanya menjadi simbol perayaan, tetapi menjadi pedoman dalam bersikap agar MBD bisa tumbuh sebagai daerah yang inklusif, kuat, dan adil bagi semua anak negerinya.