Dobo, Beritajar.com: Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kepulauan Aru mulai nyata. Titik api (hotspot) dilaporkan muncul di beberapa wilayah akibat musim kemarau panjang yang melanda dalam beberapa pekan terakhir.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru bergerak cepat. Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan Karhutla digelar di Ruang Kerja Kantor Bupati Kepulauan Aru, Senin (15/09/2026) pukul 11.30 WIT.
Rakor dipimpin langsung Bupati Kepulauan Aru Timotius Kaidel dan dihadiri unsur Forkopimda, yakni Kabag Ops Polres Kepulauan Aru AKP Obed Nego Reimialy mewakili Kapolres, Danlanal Aru Letkol Laut (P) Erwin Dwi Febrianto, Danyonif TP 912/Satria Jargaria Mayor Inf. Desta Dwihartanto, Kepala BPBD, Kadis Lingkungan Hidup, serta perwakilan pengusaha air tawar se-Kota Dobo.
Dalam rakor tersebut, Bupati Timotius Kaidel memaparkan tiga langkah strategis. Pertama, Pemkab akan menetapkan status kedaruratan taktis agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terpadu.
Kedua, mengimplementasikan Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2026 dengan memerintahkan BPBD, BPLH, TNI-Polri hingga aparatur kecamatan dan desa untuk segera membentuk posko bersama penanggulangan Karhutla.
Langkah ketiga yang tak kalah penting adalah memastikan logistik air. Bupati meminta kerja sama penuh dari pengusaha air tawar se-Dobo untuk menjamin suplai air sebagai logistik utama armada pemadam.
Ia juga mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat untuk stop melakukan pembakaran lahan dengan alasan apapun.
Menanggapi arahan Bupati, Danlanal Aru Letkol Laut (P) Erwin Dwi Febrianto menyatakan kesiapan penuh. Lanal Aru siap mengerahkan personel tanggap darurat gabungan beserta Unit Intel untuk membantu Kepolisian dan BPBD melokalisir area terdampak di pesisir maupun daratan Dobo.
Lanal juga menyiapkan unsur patroli laut untuk mengawal distribusi logistik air antar-pulau agar tidak terhambat, serta memerintahkan Unit Intelijen dan Posal jajaran untuk meningkatkan deteksi dini dan memberikan edukasi kepada masyarakat pesisir dan nelayan agar tidak membakar vegetasi pantai untuk membuka lahan baru.
Dari sektor operasional darat, Polres Kepulauan Aru yang dikendalikan Kabag Ops bersama kekuatan teritorial dari Lanal Aru dan Yonif 912/Satria Jargaria akan dikerahkan untuk pengamanan lapangan dan pemadaman gabungan di titik-titik yang terdampak.
Kesiapan logistik juga datang dari BPBD dan DLH yang telah memetakan zona rawan kedaruratan. Puncaknya, perwakilan pengusaha air tawar se-Dobo menyatakan komitmen penuh.
Mereka siap mengalokasikan cadangan air tawar dari sumur bor yang dikelola dan menyiapkan truk-truk tangki milik swasta untuk dimobilisasi sewaktu-waktu menuju lokasi kebakaran terdekat jika situasi darurat terjadi. Para pengusaha hanya meminta kepastian teknis titik posko pengisian air agar antrean tertib dan tidak mengganggu kebutuhan air bersih harian warga Dobo.
Rakor yang berlangsung selama satu jam tersebut berakhir pukul 12.30 WIT dalam keadaan aman dan lancar. Sinergi antara Pemda, TNI, Polri, dan pengusaha lokal ini diharapkan menjadi langkah preventif untuk meminimalisir meluasnya kebakaran hutan di Kepulauan Aru di tengah keterbatasan sarana prasarana pemadam di Dobo.






