Sosialisasi dan Pembentukan PATBM Gereja-Masjid Ramah Anak

oleh -

Dobo, Beritajar.com: Sebagai upaya pemerintah daerah dalam mengimplementasikan kebijakan perlindungan anak secara menyeluruh, Tim Penggerak PKK Kepulauan Aru berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kepulauan Aru melaksanakan Sosialisasi dan Pembentukan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat ( PATBM ) Gereja Ramah Anak dan Masjid Ramah Anak.

Kegiatan yang berlangsung, Senin (15/12/2025) di lantai II BPKAD Aru tersebut dibuka oleh Ketua PKK Kepulauan Aru, Klaudiya Imarisa Kaidel dan dihadiri Kadis P3A Kepulauan Aru, Novita Roragabar serta tamu undangan lainnya.

Ketua PKK Kepulauan Aru dalam sambutannya mengatakan bahwa Program PATBM adalah gerakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan dalam mencegah serta merespon kasus kekerasan terhadap anak.

Menurutnya, ini bukan sekedar program pemerintah, melainkan panggilan Nurani kita sebagai tetangga dan warga yang peduli.

Kaidel katakan, PATBM adalah upaya yang menekankan bahwa perlindungan anak adalah tanggungjawab bersama yang dimulai dari unit terkecil di masyarakat, yang melibatkan dua institusi keagamaan terbesar yaitu masjid dan gereja untuk menciptakan ruang yang aman bagi anak.

Gereja Ramah Anak dan Masjid Ramah Anak, lanjut Kaidel adalah inisiatif luar biasa yang menegaskan bahwa tempat ibadah sebagai pusat pendidikan spiritual dan moral harus menjadi tempat perlindungan yang paling aman, inklusif dan mendukung tumbuh kembang tanpa memandang latar belakang mereka.

“Disinilah anak-anak mulai belajar nilai-nilai luhur, kasih sayang dan toleransi dalam lingkungan yang bebas dari ancaman fisik maupun psikis,” ucapnya.

Melalui pendekatan yang terintegrasi ini, ia ingin memastikan bahwa rantai perlindungan anak tidak terputus mulai dari lingkungan rumah, lingkungan masyarakat hingga lingkungan tempat mereka beribadah.

“Inisiatif lintas agama ini juga menunjukan betapa kuatnya persatuan kita di Kabupaten Kepulauan Aru dalam isu kemanusiaan, perbedaan keyakinan tidak menghalangi kita untuk bersatu demi satu tujuan mulia melindungi anak-anak kita,” jelas Imarisa Kaidel.

Selain itu, sinergi antara Kader PKK, Gereja dan Pengurus Masjid dan LPA (Lembaga Perlindungan Anak) akan menjadi kekuatan pendorong utama di lapangan.

“Kita bersama akan memastikan mekanisme pelaporan, pencegahan dan penanganan kasus perlindungan anak berjalan efektif dan efisien. Tim Penggerak PKK siap menjadi garda terdepan dalam menggerakkan para kader di tingkat RT, RW, kelurahan, desa dan kecamatan untuk menyukseskan pembentukan dan pelaksanaan tiga program ini,” tandasnya.

Dirinya percaya dengan sinergi antara pemerintah, tokoh agama, masyarakat dan keluarga, dapat mewujudkan wilayah kita baik itu Kelurahan, Desa, Kecamatan bahkan Kabupaten Layak Anak.

“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh peserta sekalian untuk mengikuti kegiatan ini dengan baik dan mari kita bangun komitmen, samakan persepsi memulai langkah nyata, kerukunan umat beragama yang bersatu dalam mewujudkan lingkungan yang ramah anak dan layak anak,” ajak Kaidel.

Usai memberikan sambutan, kemudian dilanjutkan dengan Sosialisasi dan Pembentukan PATBM Gereja Ramah Anak dan Masjid Ramah Anak oleh Kadis P3A Kepulauan Aru.

Kegiatan ini diikuti Perwakilan LPQ, Perwakilan Komisi anak dan remaja GPM, Perwakilan Gereja Katolik dan Tim Pokja PPK Kepulauan Aru.