AMGPM Siloam Tanam Ratusan Pohon di Taman Kota Dobo, Gaungkan Aksi Hijau Berkelanjutan

oleh -

Dobo, Beritajar.com: Puluhan pemuda AMGPM Cabang Siloam turun ke Taman Kota Dobo, Sabtu (16/05/2026), menanam ratusan pohon tanjung dalam Aksi Hijau Berkelanjutan.

Kegiatan ini juga jadi start awal rencana penanaman mangrove skala besar di Kepulauan Aru.

Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel yang hadir membuka acara menegaskan, menjaga lingkungan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.

“Hari ini kita hadir pagi-pagi untuk kegiatan hijau berkelanjutan. Sering kita buat kegiatan seperti ini hanya jadi seremonial. Besoknya tidak ada yang pelihara, pohonnya mati. Kalau berkelanjutan, kita harus terus kampanye dan menjaga,” ucapnya.

Menurutnya, masyarakat Aru sejak dulu hidup bergantung pada alam. Karena itu, alam harus dirawat agar bisa terus memberi kehidupan. Ia menyoroti kebiasaan mengambil terumbu karang dan pasir laut untuk bahan bangunan yang selama ini merusak ekosistem laut.

“Dari 2010 kita sudah kampanye jangan pakai terumbu karang. Sekarang konsep membangun harus murah, cepat, kuat. Kemarin kami buat rumah RSS Rp136 juta, dengan konsep baru bisa dapat dua rumah dengan kualitas sama. Ini yang harus kita praktikkan ke masyarakat,” katanya.

Kaidel mencontohkan, penggunaan bata ringan dan baja ringan bisa menggantikan pasir pantai dan kayu. Ia juga menyebut, pemerintah akan membuat percontohan rumah murah cepat kuat untuk ditiru warga.

“Kalau 1000 bangunan pemerintah semua pakai terumbu karang dan kayu, laut kita mati. Mulai tahun kemarin kami dorong cara membangun yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Bupati menambahkan rencana musyawarah adat besar bulan depan yang akan melibatkan 117 desa, kepala desa, tuan tanah, dan tokoh masyarakat. Tujuannya mempercepat sosialisasi aturan adat tentang perlindungan lingkungan agar tidak butuh waktu 5 tahun turun ke desa satu per satu.

Dirinya juga mengungkapkan, pengusaha mutiara asal Jepang baru-baru ini datang meneliti laut Aru. Mereka ingin kembali membudidayakan mutiara, tapi terkendala pencemaran dan rusaknya keseimbangan alam.

“Orang Jepang bilang, mutiara putih sebagus Aru hanya ada di sini dan Lombok. Tapi sekarang mati tidak berkembang. Ini pengingat, keseimbangan antara manusia dan alam yang hilang harus diperbaiki,” jelas Kaidel.

Sementara itu, Ketua AMGPM Cabang Siloam, Piston Karatem mengatakan, kegiatan ini lahir dari keprihatinan pemuda atas kondisi lingkungan di wilayah pelayanan mereka.

“Kami sadar ini tanggung jawab bersama. Kami tidak punya uang, tapi kami punya semangat. Kami kerja sama dengan DLH dan Kehutanan untuk mendatangkan bibit. Ini langkah kecil, tapi kami ingin berkelanjutan,” ujarnya.

Selain menanam pohon tanjung di taman kota, AMGPM Siloam akan melanjutkan dengan penanaman mangrove dalam skala besar. Karatem menyebut, persetujuan dari kementerian sudah didapat dua bulan lalu.

“Kami tidak mau pakai topeng yang harus bikin wow. Sederhana saja, tapi aksinya nyata untuk menjaga lingkungan,” tegasnya.

Hadir dalam kegiatan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Elita Maelissa, anggota DPRD Aru Herman Gabrial Barend, Pengurus Daerah AMGPM Pulau Aru dan seluruh pengurus AMGPM Cabang Siloam, serta tamu undangan lainnya.