Dobo, Beritajar.com: Dinas Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak (P3A) Kepulauan Aru meluncurkan Implementasi Aksi Perubahan “OSPAL SIAGA” (Optimalisasi Pendamping Lembaga Penyedia Layanan Kualitas Keluarga), Senin (17/11/2025).
Aksi perubahan “OSPAL SIAGA” ini digagas oleh peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan XVII Tahun 2025, David. D Bibaborbir, S.Sos.
Dikatakan, keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang memegang peranan penting dalam pembangunan sumber daya manusia.
Di Kabupaten Kepulauan Aru, kata Bibaborbir, tantangan sosial seperti kekerasan terhadap perempuan dan anak, rendahnya pemahaman pengasuhan, serta lemahnya akses terhadap layanan konseling memerlukan model pendampingan yang efektif dan terintegrasi.
“Untuk itu, OSPAL SIAGA hadir sebagai solusi untuk memperkuat lembaga penyedia layanan kualitas keluarga,” ucapnya.

Menurutnya, ada beberapa Identifikasi masalah seperti kapasitas pendamping keluarga belum merata, Mekanisme rujukan antar lembaga layanan belum optimal, Kurangnya standar SOP dalam pelayanan keluarga, serta Minimnya edukasi keluarga dan layanan responsif yang mudah diakses.
Selain itu, tujuan Aksi Perubahan tersebut adalah meningkatkan kompetensi pendamping keluarga, mengembangkan sistem layanan terpadu dan cepat, Menyusun SOP pendampingan keluarga, dan Memperkuat jejaring rujukan antar lembaga layanan.
“Ruang Lingkup Aksi perubahan
mencakup pelatihan pendamping, penyusunan SOP, pembentukan jejaring layanan, serta edukasi keluarga,” ujar peserta PKA Angkatan XVII ini.
Sedangkan strategi pelaksanaan berupa pelatihan dasar dan lanjutan bagi pendamping, penyusunan SOP pendampingan keluarga, membangun koordinasi lintas sektor (Kesehatan, Pendidikan, Aparat Kampung, PKK), serta Pembuatan media informasi dan layanan digital cepat.
“Sehingga hasil yang dicapai yaitu Pendamping memiliki kompetensi asesmen kasus dan konseling dasar, Terbentuknya SOP layanan keluarga OSPAL SIAGA, Terbentuk jejaring layanan keluarga yang aktif dan terhubung, serta Meningkatnya akses masyarakat terhadap layanan pendampingan,” jelas Bibaborbir.
Kabid Kesetaraan Gender DP3A Kepulauan Aru ini juga menambahkan, dampak Aksi perubahan tersebut diharapkan menurunkan angka kekerasan dalam rumah tangga, memperkuat ketahanan keluarga, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Aru.
Disamping itu, Optimalisasi pendamping keluarga melalui OSPAL SIAGA menjadi langkah strategis Dinas P3A Kepulauan Aru dalam membangun keluarga yang tangguh, harmonis, dan berdaya saing.
“Program ini diharapkan terus berkembang dan menjadi model terbaik di Kabupaten Kepulauan Aru,” tandas Bibaborbir .






