Lebih Baik Sakit Gigi daripada Sakit Hati

oleh -

Oleh : dr. Wijaya Hartanto

Seringkali kita mendengarkan perumpamaan tersebut, namun apakah perumpamaan tersebut benar?
Peradangan pada hati / liver biasa disebut hepatitis. Hepatitis bisa disebabkan oleh infeksi dan non infeksi. Hepatitis akibat infeksi paling sering akibat virus hepatitis, sedangkan hepatitis non infeksi disebabkan minuman beralkohol, penggunaan obat – obat tertentu seperti paracetamol dalam jumlah yang berlebihan, dan autoimun.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita hepatitis adalah:
1. Kurang menjaga kebersihan, seperti tidak mencuci tangan sebelum makan.
2. Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi virus hepatitis atau makanan yang tidak dimasak hingga matang.
3. Berbagi penggunaan barang pribadi dan jarum suntik dengan orang lain.
4. Melakukan hubungan seks tanpa kondom dengan penderita hepatitis akibat infeksi virus.
5. Memiliki penyakit autoimun.
6. Memiliki riwayat hepatitis dalam keluarga.
7. Sering menerima transfusi darah, terutama bila darah yang didonorkan tidak melalui pemeriksaan ketat atau alat yang digunakan tidak bersih.

Gejala Hepatitis secara umum adalah nyeri perut kanan atas, mual, muntah, demam, kelelahan, feses berwarna pucat, air kencing berwarna gelap/seperti the, hilang nafsu makan, penurunan berat badan, hingga mata dan kulit berwarna kekuningan.

Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui fungsi hati, antibodi terhadap virus hepatitis, USG hingga pemeriksaan biopsi.

Pengobatan hepatitis akan disesuaikan dengan jenis hepatitis, tingkat keparahan infeksi, serta kondisi pasien.

Hepatitis akibat infeksi virus bisa sembuh dengan sendirinya jika pasien memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik. Pengobatan hepatitis akibat infeksi virus bertujuan untuk mengatasi infeksi, meredakan gejala, dan mencegah terjadinya komplikasi.

Hepatitis yang tidak tertangani dengan baik akan menjadi gagal hati, sirosis liver hingga kanker hati.

Pencegahan untuk terhindar dari hepatitis bisa dilakukan dengan cara:
1. Hindari berbagi penggunaan barang-barang pribadi, seperti sikat gigi atau handuk, termasuk juga peralatan makan
2. Sering cuci tangan yang bersih
3. Jaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, dan beristirahat yang cukup.
4. Jangan mengonsumsi alkohol dan NAPZA.
5. Lakukan hubungan seks yang aman, misalnya dengan menggunakan kondom dan tidak bergonta-ganti pasangan.
6. Lakukan vaksinasi hepatitis sesuai jadwal yang diberikan oleh dokter.