Dobo, Tribun-Aru.com: Sebanyak 110 tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Kepulauan Aru dipastikan tidak dapat menjalani suntik vaksin covid-19.
Hal tersebut disampaikan Kadis Kesehatan Kepulauan Aru, Y.O.E Uniplaita dalam rapat forkopimda bersama Bupati, Johan Gonga, Wakil Bupati Muin Sogalrey dan Ketua DPRD Aru, Udin Belsigaway, Senin (25/1) di lantai dua kantor Bupati Aru.
Dalam rapat tersebut terkait dengan persiapan penjemputan vaksin besok hari dan persiapan suntik vaksin (27/1/2021) nanti, Uniplaitta mengatakan ada 110 Nakes di pastikan tidak dapat jalani vaksinasi, karena mereka sementara mengikuti kegiatan/sekolah lanjutan di luar daerah.
“Sehingga dipastikan pula ada kelebihan vaksin nantinya,” ungkapnya.
Dikatakan, jumlah vaksin yang akan kita terima besok hari sesuai dengan data tenaga kesehatan yang kita kirim.
Sementara, Untuk nakes yang bertugas di pesisir, akan di atur, untuk nakes yang jaraknya dekat dengan pusat kota, dapat datang langsung, namun yang tugasnya jauh, akan di vaksin setelahnya.
“Untuk kota Dobo ada empat fakes yang akan digunakan untuk lokasi vaksin, dan satu hari dapat melayani 40 peserta vaksin,” katanya.
Sementara itu, Direktur RSUD Cenderawasih, dr. Wati Gunawan mengatakan jika ketika hari H vaksin, peserta ada yang sakit, maka yang bersangkutan akan di vaksin setelah sembuh.
Setelah vaksin pertama, dirinya akan mendapatkan pemberitahuan melalui aplikasi SMS atau web, apakah yang bersangkutan dapat mengetahui waktu kapan dirinya akan jalani vaksin tahap kedua.
“Untuk tenaga vaksinator di RSUD Cenderawasih Dobo bukan dokter, tapi nakes yang sudah di latih,” tambahnya.
Sementara untuk tenaga vaksinator di puskesmas, hari ini baru mereka di latih untuk laksanakan vaksin di tanggal 27 Januari nanti.






