Viral! Pasien RSUD Cendrawasih Dobo Curhat Telantar, Diminta Pulang Meski Kesakitan

oleh -

Dobo, Beritajar.com: Media sosial Facebook dihebohkan oleh unggahan seorang pasien bernama Ikky Jhe yang mengaku kecewa berat terhadap pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cendrawasih Dobo.

Pasien tersebut mengaku dipaksa pulang dalam kondisi menahan sakit luar biasa di ulu hati meski telah meminta untuk rawat inap, Minggu (12/4/2026).

Hingga Senin (13/4/2026), postingan tersebut telah viral dengan meraih 640 like, 319 komentar, dan dibagikan sebanyak 74 kali.

Ikky Jhe menceritakan bahwa ia mendatangi Unit Gawat Darurat (UGD) dengan keluhan sakit lambung akut yang membuatnya berjalan membungkuk. Namun, setelah berkonsultasi, pihak perawat dan dokter jaga menyatakan dirinya tidak perlu dirawat inap karena hanya memerlukan obat anti-nyeri.

“Saya mengeluh sakit sekali Sus, pedih sekali. Saat saya mau rawat inap, Suster suruh saya pulang. Katanya untuk jaga kemungkinan orang sakit berat tidak dapat ruangan. Lantas saya ini bukan orang sakit?” tulis Ikky dengan nada kecewa.

Ia menegaskan bahwa keputusannya ke rumah sakit adalah untuk mencari kesembuhan, namun justru dipulangkan dalam kondisi masih kesakitan.

“Saya pulang dalam keadaan masih perih sekali lambungku. Jangan sampai sudah sekarat baru ada pertolongan,” tambahnya.

Melalui unggahannya, Ikky juga menyuarakan bahwa dirinya bukan satu-satunya warga yang mengeluhkan buruknya pelayanan di RSUD tersebut. Ia meminta perhatian serius dari otoritas terkait.

“Banyak masyarakat Dobo yang mengeluh tidak puas dengan pelayanan suster di UGD. Saya memohon kepada Dinas Kesehatan Kepulauan Aru tolong ditindaklanjuti. Ini bukan masalah sepele, jangan sampai ada korban dulu baru diperbaiki,” tegasnya.

Beragam tanggapan netizen, mulai dari yang merasa malu atas tindakan oknum tenaga kesehatan (nakes) hingga yang menyarankan jalur resmi.

Disisi lain, akun Trivony menceritakan pengalaman traumatisnya saat sesak napas namun dipaksa menyelesaikan administrasi terlebih dahulu.

Sementara Decha mengaku anaknya disuruh pulang meski infus belum habis. Betty bahkan menyarankan agar masalah ini dilaporkan langsung ke Bupati.

Akun Ririn mencoba meluruskan bahwa kebijakan tersebut kemungkinan diambil karena keterbatasan fasilitas (faskes).

Menurutnya, dokter biasanya memprioritaskan pasien gawat darurat yang membutuhkan penanganan alat khusus dibandingkan observasi lambung yang bisa dilakukan di rumah.

Adapun akun Syaaffall mengingatkan bahwa asam lambung tidak boleh disepelekan karena bisa memicu sesak napas bahkan kematian.

Kasus ini menjadi sorotan tajam bagi manajemen RSUD Cendrawasih Dobo.

Masyarakat berharap adanya perbaikan standar operasional prosedur (SOP), terutama dalam cara komunikasi tenaga kesehatan kepada pasien agar tidak menimbulkan rasa sakit hati dan ketidakpastian medis bagi warga yang membutuhkan pertolongan.