Resmi Pimpin KONI Aru, Kaidel Siapkan Pembenahan Olahraga dan Bidik POMAL V 2027

oleh -

Dobo, Beritajar.com: Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kepulauan Aru periode 2026-2030.

Kaidel ditetapkan dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) KONI Kabupaten Kepulauan Aru yang digelar di Cafe Gospel, Dobo, Selasa (18/8/2026).

Penetapan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Nomor 07/Musorkablub-Aru.KA/VIII/2026 tentang Penetapan Ketua Umum Secara Aklamasi Periode Tahun 2026-2030.

Terpilihnya Kaidel menjadi momentum penting bagi kebangkitan organisasi olahraga di Kepulauan Aru setelah KONI daerah tersebut mengalami kekosongan kepengurusan selama kurang lebih empat tahun, sejak 2022 hingga 2026.

Usai ditetapkan sebagai Ketua Umum KONI Kepulauan Aru, Kaidel menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia mengakui belum memiliki pengalaman langsung dalam organisasi olahraga, namun optimistis tugas tersebut dapat dijalankan melalui kerja sama dengan KONI Provinsi Maluku, pengurus cabang olahraga, atlet, pelatih serta seluruh insan olahraga di Kepulauan Aru.

“Terima kasih atas kepercayaan KONI Kabupaten Kepulauan Aru dan Provinsi. Kami secara aklamasi ditunjuk menjadi Ketua KONI Kabupaten Kepulauan Aru,” ujarnya.

“Kami dalam dunia organisasi olahraga memang belum pernah terlibat. Tetapi mudah-mudahan dengan arahan, sumbangsih pikiran dan kerja sama semuanya, baik dari KONI Provinsi, Kabupaten maupun teman-teman pengurus, kegiatan KONI di Kabupaten Kepulauan Aru bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan,” lanjutnya.

Kaidel menegaskan, kepengurusan KONI yang baru harus mampu menjadi momentum untuk memperbaiki dan meningkatkan prestasi olahraga Kepulauan Aru.

Ia menyinggung capaian kontingen Aru yang sebelumnya berada di peringkat keenam pada ajang olahraga tingkat Provinsi Maluku. Capaian tersebut, kata dia, harus menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi agar prestasi atlet Aru dapat meningkat pada ajang berikutnya.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah POMAL V tahun 2027.

“Mudah-mudahan dengan pembentukan KONI ini, prestasi olahraga di Kabupaten Kepulauan Aru bisa kita tingkatkan dan dikembangkan kembali,” katanya.

Menurut Kaidel, empat tahun tanpa kepengurusan KONI definitif harus menjadi pelajaran bersama. Karena itu, periode kepengurusan 2026-2030 diharapkan tidak hanya menghidupkan kembali roda organisasi, tetapi juga memperkuat sistem pembinaan atlet dari tingkat dasar.

“Mudah-mudahan ini menjadi momentum penting bagi kita ke depan dalam melihat potensi anak-anak kita di Kabupaten Kepulauan Aru dalam pengembangan prestasi di dunia olahraga,” terangnya.

Selain mengejar prestasi, Kaidel menilai olahraga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan mengarahkan generasi muda pada kegiatan yang positif.

Dirinya mengatakan, semakin banyak kegiatan olahraga yang tersedia bagi anak muda, semakin besar pula ruang bagi mereka untuk menyalurkan energi dan bakat secara positif.

Sebaliknya, minimnya aktivitas positif dapat membuka peluang munculnya berbagai persoalan sosial di kalangan generasi muda, termasuk pertikaian antarpemuda.

“Ini hal-hal positif yang harus dikembangkan. Karena kalau hal-hal positif ini tidak kita kembangkan di Kabupaten Kepulauan Aru, maka timbullah kegiatan-kegiatan negatif bagi anak-anak kita,” katanya.

Karena itu, Kaidel berharap KONI dan pemerintah daerah dapat menciptakan lebih banyak agenda olahraga yang melibatkan generasi muda di berbagai cabang olahraga.

Pada kesempatan tersebut, Kaidel juga mengakui bahwa pengembangan olahraga di Kepulauan Aru masih menghadapi kendala keterbatasan sarana dan prasarana.

Menurutnya, pembangunan fasilitas olahraga menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pembinaan atlet dan penyelenggaraan kompetisi.

Dia menyebut penyelesaian pembangunan gedung olahraga (GOR) menjadi salah satu target pemerintah daerah tahun ini. Selain itu, lapangan sepak bola yang selama ini belum dapat diselesaikan juga ditargetkan untuk dituntaskan.

“GOR tahun ini kita harapkan jadi. Kita juga punya lapangan bola kaki besar yang selama ini sudah mangkrak. Tahun ini kita rencanakan harus jadi,” tegasnya.

Setelah fasilitas olahraga tersebut tersedia, Kaidel berencana mendorong penyelenggaraan berbagai kompetisi sebagai bagian dari upaya menghidupkan aktivitas olahraga di Kepulauan Aru.

Bahkan, salah satu target yang disampaikan adalah menggelar turnamen futsal berskala nasional.

“Kita akan bikin kegiatan-kegiatan setelah GOR jadi. Kita punya target turnamen futsal secara nasional,” ungkapnya.

Tak hanya itu, dalam pembinaan prestasi, Kaidel mengatakan cabang olahraga yang selama ini menjadi andalan Kepulauan Aru akan mendapat perhatian lebih serius.

Panahan dan taekwondo menjadi beberapa cabang yang disebut memiliki potensi untuk terus dikembangkan.

“Cabang-cabang olahraga yang selama ini menjadi andalan Kabupaten harus lebih ditingkatkan lagi,” katanya.

Selain itu, cabang atletik juga akan menjadi perhatian. Menurut Kaidel, atletik memiliki potensi besar karena selama ini berbagai nomor lari, mulai dari jarak pendek, menengah hingga maraton, telah rutin menjadi bagian dari kegiatan olahraga di daerah tersebut.

Kaidel berharap pembinaan atletik dapat kembali melahirkan atlet asal Kepulauan Aru yang mampu membawa nama daerah hingga tingkat Provinsi Maluku.

Orang nomor satu di Aru ini juga menaruh perhatian terhadap cabang olahraga tinju yang menurutnya pernah mengharumkan nama Kepulauan Aru dan Maluku.

“Tinju juga jangan dilupakan. Dulu pernah ada atlet dari Aru yang mewakili Maluku. Cabang olahraga tinju ini sudah lama hilang. Mudah-mudahan bisa kita hidupkan kembali,” tuturnya.

Kaidel menegaskan, tidak hanya cabang olahraga unggulan, tetapi seluruh cabang olahraga yang memiliki potensi di Kepulauan Aru harus dikembangkan secara maksimal.

“Semoga ke depan Aru lebih baik dalam dunia olahraga,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum KONI Maluku, Roy Mongi, menyambut positif terpilihnya Timotius Kaidel sebagai Ketua Umum KONI Kepulauan Aru.

Roy menilai kehadiran kepala daerah dalam memimpin KONI memberikan harapan baru bagi perkembangan olahraga di Kepulauan Aru.

Ia juga menyampaikan bahwa keterbatasan bukan alasan bagi seorang atlet untuk berhenti mengejar prestasi. Roy mencontohkan seorang atlet penyandang disabilitas yang mampu berprestasi hingga tampil di berbagai negara, termasuk Inggris, Jerman, Korea dan China.

Menurutnya, jika atlet dengan keterbatasan mampu memberikan kontribusi prestasi, maka atlet-atlet di Kepulauan Aru yang memiliki potensi juga harus mendapatkan pembinaan dan kesempatan yang lebih besar.

Roy optimistis kepemimpinan Kaidel dapat membawa perubahan positif bagi olahraga di Kepulauan Aru.

“Kehadiran Bapak Bupati memberikan satu semangat dan optimisme bahwa olahraga ke depan di Aru pasti akan memberikan kemajuan yang semakin nyata,” paparnya.

Olehnya, Ia juga mengapresiasi rencana pemerintah daerah untuk membangun dan memperbaiki fasilitas olahraga. Menurutnya, ketersediaan sarana olahraga akan sangat membantu proses pembinaan atlet.

Roy berharap seluruh komponen olahraga di Kepulauan Aru membangun komunikasi dan kerja sama yang baik dengan KONI Maluku maupun pemerintah daerah.

Ia mengingatkan pengurus KONI Kepulauan Aru agar tidak menunda persiapan menghadapi agenda olahraga tingkat Provinsi Maluku. Menurutnya, setelah kepengurusan baru terbentuk, langkah berikutnya harus segera diarahkan pada pemetaan potensi atlet dan persiapan menuju POMAL V 2027.

“Pemerintah secepat mungkin setelah pengurus selesai harus mempersiapkan diri menuju POMAL. Paling tidak ada seleksi terbatas, jangan sampai ketika bertemu orang nanti baru dilakukan seleksi sehingga menjadi masalah,” pesannya.

Roy juga menekankan pentingnya proses seleksi yang dilakukan secara terbuka, terukur dan berdasarkan kemampuan atlet.

Dengan demikian, atlet yang nantinya membawa nama Kepulauan Aru benar-benar merupakan atlet terbaik dari masing-masing cabang olahraga.

Roy berharap komunikasi antara KONI Kabupaten, KONI Provinsi, pemerintah daerah, pengurus cabang olahraga, pelatih dan atlet dapat berjalan dengan baik.

Musorkablub KONI Kabupaten Kepulauan Aru kemudian secara resmi ditutup oleh Wakil Ketua Umum KONI Maluku.

Terpilihnya Timotius Kaidel sebagai Ketua Umum KONI Kepulauan Aru periode 2026-2030 diharapkan menjadi titik awal kebangkitan olahraga di daerah tersebut.