Dobo, Beritajar.com: Masyarakat Desa Siya, Kecamatan Aru Selatan Timur, Kabupaten Kepulauan Aru, meminta perhatian pemerintah terhadap kondisi pendidikan di wilayah mereka yang disebut tidak berjalan dengan baik selama kurang lebih tiga tahun.
Keluhan tersebut disampaikan masyarakat melalui surat harapan kepada Organisasi PAT (Persatuan Aru Tengah), yang kemudian dipublikasikan akun Facebook Evan’s Esmarti dalam statusnya, Rabu (2/9/2026).
Dalam surat itu, masyarakat meminta PAT menjadi jembatan untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru, khususnya Dinas Pendidikan.
Masyarakat menyebut persoalan utama yang dihadapi adalah ketersediaan tenaga pendidik. Mereka mengungkapkan bahwa gedung sekolah tersedia, namun guru untuk menjalankan proses belajar mengajar disebut tidak ada.
“Sudah 3 tahun anak-anak kami tidak sekolah dengan baik. Gedung sekolah ada, tapi guru tidak ada. Anak-anak ada, tapi masa depan mereka kabur,” tulis masyarakat dalam surat tersebut.
Kondisi ini disebut membuat para orang tua merasa prihatin terhadap masa depan pendidikan anak-anak mereka. Masyarakat menggambarkan anak-anak tetap memiliki keinginan untuk bersekolah, tetapi tidak memperoleh proses pembelajaran sebagaimana mestinya.
“Setiap pagi anak-anak kami bangun, pakai baju sekolah, tapi tidak ada tempat untuk belajar. Hati kami sebagai orang tua sangat sakit melihat ini,” ungkap mereka.
Masyarakat juga menegaskan bahwa mereka bukan tidak peduli terhadap pendidikan. Namun, keterbatasan sebagai masyarakat desa membuat aspirasi mereka dinilai sulit tersampaikan secara langsung kepada pemerintah.
Karena itu, masyarakat menitipkan tiga harapan utama kepada PAT, yakni menyampaikan aspirasi tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru dan Dinas Pendidikan, mengawal hingga tenaga guru benar-benar ditempatkan dan mengajar secara tetap di Desa Siya, serta memperjuangkan hak anak-anak di desa tersebut untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
“Pendidikan adalah hak dasar. Anak-anak Siya juga anak-anak Aru. Mereka berhak dapat pendidikan yang sama seperti desa-desa yang lain,” tulis masyarakat.
Unggahan surat harapan tersebut turut mendapat perhatian pengguna media sosial. Berdasarkan informasi pada unggahan, postingan telah dibagikan tujuh kali, mendapat 15 tanda suka dan tiga komentar.
Masyarakat berharap aspirasi tersebut segera mendapat perhatian dan tindak lanjut dari pemerintah daerah, terutama Dinas Pendidikan, agar persoalan tenaga pendidik di Desa Siya dapat segera diatasi dan proses belajar mengajar kembali berjalan sebagaimana mestinya.
Hingga berita ini disiarkan, belum ada tanggapan resmi dari Dinas Pendidikan maupun instansi terkait terkait keluhan masyarakat Desa Siya tersebut.






