Kepala UPP Kelas III Dobo Imbau Seluruh Pihak Waspadai Cuaca Ekstrem dan Tinggi Gelombang di Perairan Aru

oleh -

Dobo, Beritajar.com: Kepala UPP Kelas III Dobo, Ruswan Wusurwut, SE mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru, khususnya para penumpang angkutan laut, nelayan, serta operator transportasi laut untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan tinggi gelombang di perairan Kepulauan Aru.

“Untuk mengantisipasi terjadinya korban jiwa dan harta benda di laut, maka kami dari Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Dobo menunda sementara keberangkatan kapal-kapal untuk jenis ferry, Perintis, Landing Craft, Speed Boat, kapal cepat dan kapal-kapal rakyat,” katanya Rabu (19/11/2025).

Menurutnya, hal ini menindaklanjuti prakiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), perkiraan cuaca pelayaran dikeluarkan oleh stasiun Meteorology Pattimura Ambon BMKG pada Rabu, 19 November 2025 09.00 WIT yang menyebutkan bahwa cuaca ekstrem dan gelombang tinggi akan terjadi di beberapa wilayah perairan Maluku.

“Jadi warning ini berlaku mulai Rabu 19 November 2025 09.00 Wit sampai Jumat 22 November 2025 09.00 Wit peringatan dini (Early Warning) gelombang tinggi,” ucap Ruswan.

Dikatakan, pola angin di wilayah Maluku umumnya bergerak dari arah Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan rata-rata 6-25 knot.

Sedangkan kecepatan angin tertinggi terjadi mencapai 25 knot di wilayah Perairan Kepulauan Tanimbar, Perairan Kepulauan Babar, Laut Arafura bagian Tengah, dan Laut Arafura bagian Barat yang mampu meningkatkan ketinggian gelombang laut di wilayah perairan tersebut tinggi gelombang mencapai 2.5 – 4.0 meter.

“Berpeluang terjadi di perairan Utara Kepulauan Aru gelombang sedang 1.25-2.5 meter. Sedangkan di perairan Selatan Kepulauan Aru gelombang tinggi 2.5-4.0 meter,” ungkapnya.

Olehnya dalam himbauan itu, Kepala UPP Kelas III Dobo menekankan pentingnya memperhatikan informasi prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG sebagai langkah antisipasi demi menjaga keselamatan bersama saat beraktivitas di laut maupun di darat.

“Kami mengingatkan masyarakat agar selalu memantau perubahan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG, mengurangi aktivitas di luar rumah saat hujan, serta menyiapkan alat keselamatan bila hendak berlayar,” jelas Ruswan.