Tual, Beritajar.com: Dua Nelayan di Maluku Tenggara (Malra) yang dikabarkan hilang kontak saat melaut berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan.
Kepala Basarnas Ambon, Muhammad Arafah dalam keterangannya menyampaikan bahwa pada hari Selasa, (18/11) sekitar pukul 20.00 WIT, 5 Orang warga Desa Kolser Kabupaten Maluku Tenggara diketahui berangkat menggunakan Longboat menuju Pulau Tayandu.
Dalam perjalanan sekitar pukul 22.30 WIT, terjadi cuaca buruk sehingga 3 orang penumpang meminta turun di Desa Ohoidertawun Kabupaten Maluku Tenggara. Sementara 2 orang lainnya, kata Arafah melanjutkan perjalanan ke pulau Tayandu.
“Namun naas sampai saat ini kedua korban belum tiba di Pulau Tayandu, Selanjutnya keluarga meminta bantuan SAR,” ujarnya Rabu (19/11/2025).
Usai menerima informasi tersebut, lanjut Kabasarnas Ambon, sekitar pukul 16.10 WIT, Tim Rescue Pos SAR Tual dikerahkan menuju lokasi kejadian pada koordinat 5°33’58.74″S – 132°38’25.55″E, Jarak ± 8,83 NM, dam Heading 297,52° arah Barat Laut dari Pos SAR Tual.
“Setelah dilakukan Pencarian selama satu jam, sekitar pukul 17.15 WIT Longboat tersebut berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan dalam keadaan selamat di Sekitar Perairan Pulau Ngaf, Kab. Maluku Tenggara pada koordinat 5° 36.014’S , 132° 35.736’E dengan jarak ±3,35 NM dan Heading 232.65° arah Barat Daya dari lokasi kejadian awal. Seluruh korban selanjutnya dievakuasi ke Tual guna diserahkan kepada pihak keluarga,” ungkap Arafah.
Adapun nama norban yakni Yakobus Tofi (49) dan Andreas Tofi (30). Sedangkan unsur SAR Terlibat Tim Rescue POS SAR Tual, Polair Kota Tual Lanal Tual dan Masyarakat.
Selain itu, dalam pencarian kondisi cuaca Hujan ringan dan Angin : Barat – Barat Laut, 15 – 34 Knot
– Tinggi Gelombang : 1,25 – 2.5 Meter.
“Dengan ditemukannya korban maka Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur Potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapkan terima kasih,” jelas Arafah.






