Ini Alasannya Distribusi Obat di 4 Puskesmas MBD Terkendala

oleh -

Tiakur, Beritajar.com: Pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat terutama penyediaan obat-obatan di empat Puskesmas yang berada di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) alami kendala biaya akibatnya obat-obatan tersebut dikembalikan ke Instalasi Farmasi Pemkab MBD.

‎”Dijadwalkan pengiriman obat-obatan bagi empat Puskesmas antara lain Manuwui, Tela, Luang Timur dan Lelang menggunakan kapal laut KM. Sabuk Nusantara 104,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan melalui Kepala Bidang Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten MBD, Eros J. Akse kepada media ini, Rabu (19/11/2025).

‎Akse menjelaskan, pihaknya sudah harus mendistribusikan obat-obatan tersebut keempat Puskesmas namun karena biaya bagasi yang sangat mahal maka distribusi obat pun dibatalkan.

‎”Managemen kapal meminta biaya bagasi hingga 3 juta rupiah per 56 koli. Dari jumlah tersebut setelah dilakukan negosiasi, biaya bagasi hanya turun menjadi 2,5juta. Harga tersebut tetap saja terbilang tinggi dan sulit dijangkau karena standar biaya yang diterapkan selama ini berkisar antara Rp. 500ribu hingga Rp. 750ribu,” urainya.

‎Ia mengatakan, selama ini memang biaya pengiriman barang jenis obat-obatan terbilang mahal dan sudah kami sampaikan ke pimpinan maupun pihak DPRD Kabupaten MBD sehingga ada anggaran yang dialokasikan.

‎”Semoga hal ini menjadi perhatian semua pihak terutama managemen kapal. Paket obat-obatan juga mestinya mendapat perlakuan yang berbeda dalam hal penentuan harga bagasi, karena obat-obatan ini merupakan kebutuhan masyarakat untuk kemanusiaan, pelayanan kesehatan gratis. Tidak bisa lalu disamakan dengan barang jualan atau bisnis,” tegasnya.

‎Ditambahkan pula, apabila seperti ini maka kedepan, pihaknya akan sangat sulit melakukan distribusi obat-obatan ke Puskesmas padahal sangat dibutuhkan di masyarakat.

‎”Saya berharap, pemerintah daerah dan DPRD bahkan pihak managemen kapal dapat memperhatikan masalah ini dan mendapatkan solusi sehingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat di pulau-pulau tidak terhambat,” tandas Akse.