Dobo, BeritaJar.com: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Aru menggelar Temu Pisah Pengajar Muda XXII dan XXIV, Selasa (14/03/2023) di Lantai dua BPKAD Kepulauan Aru.
Wakil Bupati Kepulauan Aru Muin Sogalrey dalam sambutan mengatakan bahwa Indonesia mengajar dalam mewujudkan visinya untuk mengajak semua pihak ambil bagian memajukan Pendidikan di Indonesia.
Dikatakan, Indonesia Mengajar sebagai sebuah gerakan tak berambisi hadir sebagai solusi yang menyelesaikan seluruh persoalan pendidikan di Indonesia.
Namun begitu, lanjutnya, kami meyakini bahwa keikutsertaan seluruh lapisan masyarakat Indonesia akan ikut mendorong peningkatan kualitas pendidikan kita.
Terkait pendidikan, kata Sogalrey, janji kemerdekaan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa menginspirasi program ini.
“Janji kita semua itu, yang hingga kini belum bisa kita wujudkan secara sempurna. Ada sebagian bangsa Indonesia yang terlunasi Janji Kemerdekaan-nya. Dengan pendidikan yang mereka raih, mereka dapat mencapai kehidupan yang lebih baik untuk diri dan keluarganya,” ujarnya.
“Tetapi, tidak sedikit saudara kita yang masih menunggu lunasnya janji itu. Mereka belum mendapat pendidikan yang layak, mereka belum terangkat kehidupan ekonomi dan sosialnya,” sambungnya lagi.
Ia meyakini, pendidikan adalah satu gerakan bangsa dan bukan semata tugas pemerintah. Karenanya, daripada sekadar “Mengutuk Kegelapan”.
“Marilah kita untuk ikut bertindak, meski hanya bagaikan menyalakan lilin yang kecil. Kiranya semua lapisan terdorong berbuat sesuatu yang terbaik yang bisa dilakukan demi kemajuan pendidikan di Bumi jar Garia / Sar Kwarisa dan terlunasinya janji kemerdekaan itu,” terang Sogalrey.
Dirinya pun percaya bahwa pendidikan adalah urusan kita bersama. Gotong royong seluruh lapisan masyarakat akan menunjang kemajuan pendidikan di daerah ini.
Bukti nyata untuk menerangi kegelapan itu telah dibukti nyatakan oleh delapan lilin kecil Pengajar Muda Angkatan 22, yang telah membantu menerangi Pendidikan di Kepulauan Aru guna bersama melunasi janji kemerdekaan.
“Untuk itu, pada saat yang berbahagia ini, baik atas nama pribadi, stakeholder pendidikan di daerah ini, maupun Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru, kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada delapan pengajar muda indonesia angkatan XXII dan Gerakan Indonesia Mengajar atas sumbangsihnya dalam membangun dan memajukan pendidikan di Kabupaten Kepulauan Aru selama ini,” katanya.
Wabup dua periode ini juga menambahkan, tak terasa setahun sudah keberadaan pengajar muda dari gerakan indonesia mengajar melaksanakan tugas baktinya di Kabupaten Kepulauan Aru.
“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pengorbanan adik-adik, secara ikhlas bersedia untuk ditempatkan di desa-desa yang terpencil. Meski menghadapi tantangan dan kekurangan sarana pendukung, namun adik-adik pengajar muda indonesia angkatan XXII (22) tetap tegar untuk berkarya demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah ini,” ungkapnya.
Disamping itu, tambah Sogalrey, terutama pengembangan pengetahuan dan mental anak-anak didik, khususnya di desa-desa terpencil dan terluar tempat dimana mereka mengabdikan diri.
Wabup juga mengucapkan terima kasih kepada Adik-adik pengajar muda Angkatan XXII (22) atas pengabdiannya untuk Kabupaten Kepulauan Aru kurang lebih satu tahun. Segala suka duka selama berada disini terima lah sebagai kenangan dan apa yang menjadi kelemahan kami mohon dimaklumi.
“Kepada 7 Pengajar Muda angkatan XXIV (24), saya menyampaikan ucapan selamat datang di Kabupaten Kepulauan Aru. Selamat mengajar di sekolah yang telah ditentukan. Jangan segan-segan, Ketika didalam melaksanakan tugas pengabdian menemui kendala sampaikan kepada kami,” tuturnya.
Diakhir sambutannya, Sogalrey berpesan kepada para Kepala Sekolah, Kepala Desa, Camat dan masyarakat agar menjaga, membantu serta memberi rasa aman dan nyaman kepada 7 adek-adek kita Pengajar Muda Angkatan XXIV (24) yang akan bertugas di wilayah Kabupaten Kepulauan Aru.






