Dobo, BeritaJar.com: Wakil Bupati Kepulauan Aru Muin sogalrey mengatakan perempuan Aru harus mampu bersaing dalam kanca politik dan duduk di legislatif.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Advokasi Pendampingan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Perempuan di Bidang Politik lingkup Pemkab Aru, Selasa (14/03/2023) di cafe Gospel Dobo.
Dikatakan, secara kuantitatif jumlah penduduk perempuan 932.041 jiwa (49,5 persen) dan laki-laki, 948.625 jiwa (50,1 persen) ini berimplikasi terhadap peran serta perempuan dan memiliki potensi yang besar untuk memajukan negeri ini.
“Mestinya era reformasi merupakan angin segar bagi perempuan dengan mendapat kesempatan lebih dalam hak politiknya,” ucapnya.
Dijelaskan pula, struktur budaya patriarki memberi pengaruh yang tidak berpihak kepada perempuan, terbukti perempuan pada umumnya masih dianggap hanya mengurus rumah tangga dan peran domestic lainnya. Hal tersebut kata Sogalrey sangat menghambat perempuan untuk terjun keranah public khusus dalam peran peran politik.
“Dengan ditetapkannya kuota perempuan dalam parlemen sebesar 30 persen dirasakan masih kurang dan tidak bisa menjadi solusi untuk perempuan yang ingin berperan aktif dalam ranah politik, hal ini disebabkan masih banyak kendala bagi perempuan seperti kemampuan biaya untuk kampanye dan sebagainya,” ujarnya.
Sogalrey juga mengatakan, pada era demokrasi dewasa ini Pemerintah memberikan ruang dan akses yang luas bagi perempuan untuk menjadi pemimpin baik di Pemerintah maupun kemasyarakatan.
Namun, kesempatan itu lanjut Sogalrey belum dimanfaatkan maksimal oleh perempuan karena adanya kendala Psikologi, Kultur dan Politik yang menghambat kemajuan perempuan terutama bagi perempuan yang ingin menjadi anggota legislatif baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota memerlukan modalitas yang cukup memadai baik kapasitas intelektual, modal sosial dan ekonomi serta dukungan politik dari rakyat pemilihnya.
Selain itu, kata Sogalrey, khusus untuk Perempuan di Partai Politik harus melakukan kerja politik secara cerdas dan santun guna meraup suara dari Pemilih untuk dapat mewujudkan peningkatan jumlah keterwakilan di Legislatif melalui Pemilu Tahun 2024 mendatang sebagaimana Grand Design Peningkatan keterwakilan Perempuan di DPR, DPD, DPRD yang tertuang dalam Peraturan Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Nomor 10 Tahun 2015 bahwa semua partai politik di tingkat Nasional, Provinsi,Kabupaten/Kota telah memiliki komitmen dalam pencalonan 30 persen perempuan didaftar calon di setiap daerah.
“Sesuai amanat UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu bahwa untuk meningkatkan keterwakilan perempuan maka perlu inisiatif untuk mendorong secara intensif salah satunya adalah meningkatan kapasitas calon anggota legislatif perempuan sebelum sebelum hari penetapan calon anggota legislatif,” jelasnya.
Dirinya juga menjelaskan, berdasarkan data KPU persentase perempuan yang masuk dalam Penetapan daftar Calon tetap anggota legislatif rata-rata melebihi kuota 30 persen, namun kenyataannya hasilnya seperti sekarang ini yaitu keterwakilan perempuan di legislatif di Maluku berjumlah 44 orang dari kursi yang tersedia 334 artinya hanya 12.7 persen, Kabupaten Aru berjumlah 2 orang (8 persen) dari kuota 25 orang artinya keterwakilan perempuan masih cukup rendah padahal kuota kita sudah diatur jelas dalam aturan.
“Keterwakilan perempuan ini demi untuk memperjuangkan masalah-masalah perempuan terutama kekerasan, kemiskinan serta meningkatkan kesetaraan gender diberbagai bidang pembangunan di Provinsi Maluku,” kata Sogalrey.
Olehnya, Ia berharap, sosialisasi ini dilaksanakan memiliki makna yang strategis guna memotivasi perempuan khusus di Aru agar siap menjadi pemimpin dan siap maju menjadi anggota legislatif serta meningkatkan kualitas perempuan yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan siap bersaing di Pemilu 2024 mendatang.
“Semakin banyak perempuan yang menjadi anggota legislatif akan berdampak positif dan mewarnai serta memperkaya demokrasi yang berkualitas guna mempercepat terwujudnya masyarakat yang beradilan gender di Provinsi Maluku,” pungkas Sogalrey berharap.






