Ambon, Beritajar.com: Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru dan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon telah mencapai kesepakatan bersama terkait keberlanjutan Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) di Dobo.
Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Rektorat Unpatti Ambon, Rabu (04/02/2026) yang dihadiri langsung oleh Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel dan Rektor UNPATTI Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd.
Hadir pula, Ketua DPRD Aru,, Feny Silvana Loy bersama sejumlah Anggota DPRD Kepulauan Aru, Kadis Dikpora dan Kabag Kerjasama Pemkab Aru.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat bahwa PSDKU Aru akan terus berlanjut dengan pengelolaan yang profesional, terbuka, dan akuntabel.
Bupati Timo meminta pihak Unpatti untuk mengajukan proposal baru dengan anggaran yang rasional dan terperinci, agar dapat dipertimbangkan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.
Unpatti Ambon juga meminta bantuan Pemda dalam hal perbaikan fasilitas kampus yang rusak untuk menunjang proses penilaian akreditasi. Dalam kesempatan tersebut, pihak Unpatti memaparkan pencapaian selama kampus PSDKU berdiri di Aru.
Pemerintah daerah telah mengalokasikan Rp 2 miliar untuk PSDKU Aru tahun ini, dan kemungkinan akan ada penambahan anggaran pada APBD perubahan tahun 2026.
Kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan perkuliahan di kampus PSDKU sebagai tanggung jawab bersama untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Kepulauan Aru.
Terpisah, Dosen Fakultas Hukum PSDKU Unpatti Aru, Rocky Mantaiborbir, SH mengungkapkan bahwa pertemuan antara Bupati Kepulauan Aru dan UNPATTI merupakan harapan masyarakat Aru untuk transformasi PSDKU Aru menjadi universitas mandiri, mengingat Kabupaten Kepulauan Aru sebagai daerah 3T belum memiliki perguruan tinggi sendiri.
“Dengan perguruan tinggi di negeri sendiri, masyarakat Aru dapat meningkatkan sumber daya manusia dan memiliki kesempatan yang sama dalam meraih gelar sarjana,” katanya.
Rocky menjelaskan bahwa pendidikan tinggi di negeri sendiri dapat memudahkan masyarakat Aru, karena orang tua tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk studi anak-anaknya, seperti biaya kos dan transportasi yang sering menjadi masalah mahasiswa.
“Penghasilan masyarakat Aru per bulan sangat rendah, sehingga keberlanjutan kerjasama antara Pemda Aru dan Unpatti sangat diharapkan untuk membantu masyarakat Aru meraih masa depannya,” tambahnya.
Rocky menekankan bahwa adanya perguruan tinggi di negeri sendiri dapat menjadi fondasi kokoh dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia Aru, karena semua masyarakat Aru memiliki kesempatan yang sama dalam meraih gelar sarjana, bukan hanya mereka yang memiliki penghasilan di atas rata-rata.






