Dobo, BeritaJar.com: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Aru menggelar upacara bendera merah putih dalam rangka memperingati hari Pahlawan Nasional ke-77 di halaman kantor Bupati Kepulauan Aru, Kamis (10/11/2022).
Pantauan media ini, upacara bendera dimulai pukul 08:00 WIT dan diikuti oleh Unsur Forkopimda Aru dan seluruh jajaran pejabat Pemkab, ASN dan gabungan TNI-Polri.
Upacara dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kepulauan Aru Muin Sogalrey sebagai Inspektur Upacara. Sedangkan yang bertindak selaku Komendan upacara Danton II kipan E Yonif 734/SNS Letda Inf Fadly Lisaholit.
Inspektur upacara menyampaikan amanat dari Menteri Sosial RI Dr. (H.C.) Ir. Tri Risma Harini, M. T pada upacara bendera memperingati hari pahlawan tahun 2022 yang intinya hari pahlawan kita hidupkan kembali dalam benak kita perjuangan para Pahlawan Bangsa.
“Dengan hanya berbekal bambu runcing pun, para Pahlawan dengan semangat bergerak serempak menghadang musuh yang merupakan Pemenang Perang Dunia dengan persenjataan terbaiknya,” ucapnya.
Rakyat, lanjutnya, bergandeng tangan dengan para tokoh masyarakat dan pemuka agama berikut pengikut dan santrinya, bersama laskar-laskar pemuda dan pejuang dari seantero Nusantara, semuanya melebur menjadi satu.
“Merdeka atau Mati!
Para Pejuang Kemerdekaan Indonesia secara gagah berani melawan tentara–tentara musuh yang bersenjata lengkap, tidak akan mau menyerah pada siapapun juga,” ujar Mensos Risma.
Para pejuang sambungnya, sepenuhnya percaya bahwa masa depan kita, anak dan cucu kandung Revolusi Indonesia sangat layak untuk diperjuangkan.
“Para Pejuang telah berkorban sampai tetes darah penghabisan untuk Kemerdekaan yang sesungguhnya dan bukan pemberian dari siapapun, melainkan berkat dan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa,” katanya.
Mensos juga menegaskan, hari ini pun kita berada dalam perjuangan besar menaklukkan ancaman dan tantangan yang nyata-nyata berada di hadapan kita.
Selain itu, pemanasan global yang memicu beragam bencana alam, serta kelangkaan pangan, energi dan air bersih, kiranya perlu kita persiapkan dengan sungguh-sungguh.
Selanjutnya kesiapsiagaan kita, kata Risma menghadapi bencana alam termasuk pandemi Covid–19 serta kelangkaan sumber daya, harus senantiasa diperjuangkan secara bersama dengan kesungguhan.
“Kita mempunyai semua modal dasar untuk menjadi bangsa pemenang. Marilah kita bergerak bersama dan maju bersama dengan tekad untuk menang. Sekali Merdeka, Tetap Merdeka.
Untuk itu, kita harus meneruskan pengembangan dan pemanfaatan energi baru dan terbaharukan,” pesannya.
Dirinya menambahkan, tidak mudah memang tapi pasti bisa. Karena para pahlawan kita telah memberikan Teladannya.
Mereka ujar Risma pada masanya mengajarkan pada kita beragam nilai untuk kita tiru, Kita warisi dan kita ikuti, sehingga jejak kemenangan niscaya akan berada dalam genggaman.
“Dengan senjata, dengan pemikiran, dengan karya-karya nyata, para pahlawan bangsa telah mengajarkan kepada kita bahwa kita bukan bangsa pecundang. Kita tidak akan pernah rela untuk bersimpuh dan menyerah kalah.
Sebesar apapun ancaman dan tantangan akan kita hadapi,” terang Mensos.
Masyarakat di mana pun berada menyuarakan gairah untuk berantas kebodohan dan perangi kemiskinan dalam arti yang luas. Mulai dari meningkatkan pengetahuan, melatih ketrampilan, sampai dengan budi daya dan pengelolaan hasil bumi.
“Inilah tantangan yang sesungguhnya bagi para pejuang muda untuk mengelola kekayaan alam Indonesia yang luar biasa bagi kejayaan bangsa dan negara tercinta. Kiranya menjadi semangat kita di Peringatan Hari Pahlawan tahun ini, Pahlawanku Teladanku,” papar Risma.
Dengan semangat “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”, peringatan Hari Pahlawan 2022 diharapkan dapat terus memberikan energi tambahan untuk menggugah kesadaran segenap elemen bangsa untuk terus bersatu dan membantu sesama tanpa memandang sekat.
“Janganlah kita mau untuk dipecah belah, ingatlah Seloka Bhinneka Tunggal Ika. Mari kita jadikan momentum Peringatan Hari Pahlawan 2022 untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, saling menghargai satu sama lain. Mengisi kemerdekaan dengan menjadi pahlawan yang dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan sekitar dan seterusnya,” pungkas Mensos mengingatkan.








