Identitas Perempuan Meninggal di Pantai Durjela Terungkap

oleh -

Dobo, BeritaJar.com: Identitas mayat perempuan yang ditemukan di pantai waituti desa Durjela Kecamatan Pulau-Pulau Aru, akhirnya diketahui bernama Yosinta Teluwun (20).

Wanita asal desa Mesiang Kecamatan Aru Tengah Selatan itu sementara kos di lorong kasih wara kota Dobo.

“Malam (22/9) itu, kaka ada deng beta di kos-kosan desa Mesiang, dia datang sudah dari siang. Kaka kos sendiri di lorong kasih wara,” ucap Selsia Lakara (18) yang merupakan adik korban ketika di mintai keterangan oleh anggota Polsek Pulau-Pulau Aru, Sabtu (25/9/2021).

Sebelum pulang, lanjut Selsia, korban menyuruhnya untuk mencari tukang ojek guna hendak pulang ke kos-kosan di lorong kasih.

“Sebelum kaka pulang, dia (Yosinta) sendiri yang suruh beta kasih stop ojek, dia jalan dulu baru beta masuk ke kos-kosan,” tuturnya.

Keesokan harinya, tambah Selsia, orang tuanya menyuruhnya untuk menghubungi korban tapi handphone nya sudah tidak bisa dihubungi.

“Sejak kaka pulang malam itu besoknya mama tua suruh beta telpon kaka, tapi HP su seng aktif lai, lalu mama tua suruh beta nae cek Kaka di dia kos, beta sampe di dia kos, beta tanya dia pung tamang-tamang, tapi dong bilang su dua hari ini dia seng pulang,” jelasnya.

Pihak keluarga telah mendapat kabar ada seorang perempuan ditemukan meninggal di pantai Waituti desa Durjela dan korban telah dibawah ke RSUD Dobo oleh anggota Kepolisian untuk melaksanakan otopsi.

“Nah, kemarin itu baru diketahui kalau dia ditemukan di pantai waituti Keluarga meyakini itu jenazah Yosina setelah melihat langsung secara fisik,” terang salah satu keluarga korban kepada media ini di Dobo yang tidak sempat menyebutkan namanya.

Sementara berdasarkan pantauan media ini Sabtu kemarin di pelabuhan rakyat Dobo, pihak keluarga Yosinta Teluwun (Korban) telah mengambil jenazahnya dan memulangkan ke kampung halamannya di desa Mesiang untuk di makamkan.

Terkait kematian Yosina Teluwun, keluarga korban Yhano teluwun welay meminta Kapolres Kepulauan Aru dan pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas peristiwa yang menimpa adik terkasih yang merenggut nyawanya dengan sangat tidak manusiawi.

“Segera melakukan tindakan Penyelidikan terhadap pelaku yang menewaskan adik terkasih kami dan memberikan Jeratan hukum (pasal berlapis) yang sesuai dengan perbuatannya, dengan berdasar pada Motif kejahatan yang dilakukan hingga korban kehilangan Nyawa,” tulisnya di akun Facebook miliknya.

Hingga berita ini disiarkan, belum ada hasil visum dari pihak RSUD Cenderawasih Dobo, terkait penyebab kematian tersebut, Kasat Reskrim Polres Kepulauan Aru, Iptu Galuh. F. Saputra, STK,. S.I.K saat dihubungi media ini juga belum bisa memberikan keterangan terkait kematian Yosina Teluwun.

“Untuk motifnya, kami belum tahu karena masih di lidik,” jawabnya singkat.

Sebelumnya diberitakan, sesosok mayat perempuan di temukan warga di perbatasan desa Wangel dan Durjela tepatnya di kawasan Waituti tanpa identitas.

Penemuan mayat tersebut, Jumat (24/9) sekitar pukul 17.30 Wit oleh Muin Sinamona (31) warga jembatan labodo kelurahan siwalima dan Hadija Humanjini (21) warga sipur pantai kelurahan Siwalima yang hendak mengambil foto di kawasan pantai Waituti.

Menurut keterangan Muin Sinamona, sesampainya di pantai mereka melihat sekumpulan lalat sedang berkerumun.

“Merasa penasaran langsung kami jalan menuju ke kumpulan lalat tersebut. Ketika kami berdua sampai di tempat tersebut, kami kaget melihat sosok mayat sedang terbaring dengan kondisi yang sudah membusuk,” ungkapnya. (tim)