oleh ; dr. Stephanie Sugiharto
Apa itu Obesitas?
Obesitas merupakan penumpukan lemak yang berlebihan akibat ketidak seimbangan antara asupan energi dengan energi yang dikeluarkan dalam waktu lama. Bagaimana kita menentukan apakah kita obesitas atau tidak? Hal ini bisa kita tentukan dengan cara mengukur indeks massa tubuh. Indeks massa tubuh adalah ukuran berat badan yang disesuaikan dengan tinggi badan, dihitung sebagai berat badan dalam kilogram dibagi dengan kuadrat tinggi badan dalam meter (kg/m2).
Dikatakan obesitas jika memiliki indeks massa tubuh diatas 27. Obesitas dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit seperti sindrom metabolik, penyakit jantung, dan diabetes. Risiko infeksi juga akan meningkat di antara pasien obesitas dengan berbagai komorbid dan individu obesitas lebih mungkin untuk mendapatkan infeksi di saluran pernafasan serta di lokasi tempat pembedahan setelah dilakukannya operasi.
Apa itu Covid-19?
COVID-19 adalah infeksi sistem pernapasan yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 yang sangat menular. Apa saja gejala dari COVID 19?
Gejalanya sangat bervariasi, mulai dari demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, nyeri kepala, sesak, mual, muntah, diare hingga penurunan kesadaran.
Seseorang dapat terinfeksi dari penderita COVID-19. Penyakit ini dapat menyebar melalui tetesan kecil (droplet) dari hidung atau mulut pada saat batuk atau bersin. Droplet tersebut kemudian jatuh pada benda di sekitarnya. Kemudian jika ada orang lain menyentuh benda yang sudah terkontaminasi dengan droplet tersebut, lalu orang itu menyentuh mata, hidung atau mulut (segitiga wajah), maka orang itu dapat terinfeksi COVID-19. Inilah sebabnya mengapa kita penting untuk menjaga jarak hingga kurang lebih satu meter dari orang yang sakit.
Bagaimana kita mengetahui seseorang terinfeksi COVID 19? Untuk mengetahui apakah kita terinfeksi COVID-19 atau tidak, kita perlu melakukan pemeriksaan swab PCR, yaitu suatu metode usap yang dilakukan di hidung serta tenggorokan. Jika hasilnya positif, maka kita perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut dari dokter dan perlu melakukan isolasi baik secara mandiri maupun di rumah sakit.
Hubungan Obesitas dengan infeksi COVID-19?
Obesitas menyebabkan lemak yang berada di perut mendorong diafragma. Hal ini dapat menyebabkan aliran udara yang terbatas untuk menuju ke organ paru-paru yang kemudian mengakibatkan sesak napas atau kesulitan bernapas.
Menderita COVID-19 dapat membuat pernapasan semakin sulit. Darah penderita obesitas ditemukan juga cenderung lebih banyak menggumpal, khususnya di paru-paru. Secara keseluruhan, sistem kekebalan pada orang dengan obesitas tidak sekuat dibandingkan orang yang tidak obesitas.
Kemudian pada orang yang obesitas memiliki jaringan lemak yang memicu terjadinya peradangan dan menyebabkan gangguan pada sel pertahanan tubuh kita sehingga kemampuan respon imun untuk membasmi virus COVID-19 mengalami penurunan. Ketika indeks massa tubuh meningkat, risiko penyakit parah atau kematian akibat COVID-19 juga meningkat.
Cara Mengatasinya?
Untuk mengatasi hal ini kita perlu menerapkan pola hidup yang sehat. Konsumsi makanan dengan gizi seimbang yaitu karbohidrat, protein, lemak serta tidak lupa serat yang berasal dari sayur dan buah. Sayur dan buah memiliki fungsi ganda yaitu sebagai sumber serat dan sumber vitamin serta mineral yang digunakan untuk memelihara kesehatan tubuh manusia.
Kemudian diharuskan untuk aktif bergerak setiap hari sesuai dengan kemampuan tubuh. Pada tahap awal dapat dimulai dengan jalan selama 10 menit dan kemudian dapat menaikkan durasinya secara bertahap. Setelah mencapai durasi 30 menit, aktivitas fisik dapat diubah menjadi aktivitas lain seperti berenang, bersepeda dan senam aerobik.
Kemudian tidak lupa untuk menghindari penularan COVID-19 kita wajib untuk melindungi diri dan orang lain dari penularan COVID-19 dengan cara mencuci tangan secara teratur, menutup mulut saat batuk dengan lipatan siku atau tisu, dan jaga jarak minimal satu meter dari orang yang bersin atau batuk serta tidak lupa untuk memakai masker.






