![]() |
| Ketua Tim Koordinator, Satgas Pangan Covid-19, A.L.O Tabela Saat Pimpin Inspeksi Mendadak (Sidak) di Sejumlah Toko Distributor, Kamis (09/04/2020) |
Dobo, BeritaJar.com: Tim satuan tugas (Satgas) Ketahanan pangan pencegahan Covid-19 Kepulauan Aru menggelar inspeksi mendadak (Sidak) yang ke dua kalinya, dengan menyasar sejumlah apotek dan toko distributor, Kamis (9/4/2020).
Berdasarkan pantauan media ini, tim satgas covid-19 dibagi menjadi tiga tim. Tim pertama dan kedua melakukan pengecekan kebutuhan stok sembako sedangkan tim ketiga melakukan pengecekan stok obat dan kebutuhan lainnya di apotek dan toko obat yang ada di dalam kota Dobo.
Sidak dipimpin langsung oleh Koordinator Tim, A.L.O Tabela, dan didampingi oleh staf Disperindag Aru, anggota TNI-Polri, Dinas Kesehatan, bagian perekonomian, dan juga anggota Satpol PP Kepulauan Aru. Satu persatu toko di kota Dobo disisir tim gabungan Covid-19, Selain untuk mengecek harga juga ketersediaan bahan pokok.
Dari sidak itu, petugas hanya mendapati kenaikan harga pada gula pasir. Sedangkan harga pada bahan pokok lainnya masih normal.
Ketua tim Kordinator satgas Pangan Covid-19 Kepulauan Aru, A.L.O Tabela mengatakan bahwa secara umum stok sembako di kabupaten Kepulauan Aru masih aman. Hanya saja memang terjadi kenaikan pada harga gula pasir dan cabai yang disebabkan permintaan meningkat pasca isu virus Corona.
“Untuk gula pasir, memang stoknya kurang, beberapa distributor tadi saya tanya juga mengaku bahwa pasokan dari Jawa terbatas,” ujar Tabela usai melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak).
Ketua tim Kordinator satgas Pangan yang juga selaku Kadis Perindag Aru ini juga mengakui bahwa harga gula pasir saat ini mengalami kenaikan.
“Yang masih menjadi kendala, gula. Memang kita langsung ke beberapa toko dan gudang, stoknya (gula) terbatas. Karena pasokan yang didapat dari Jawa memang terbatas. Kalaupun ada pasokannya, harga dari sana memang sudah tinggi. Sehingga harga yang beredar di pasaran ini melebihi HET, mencapai Rp19 – Rp20 ribu,” jelasnya.
Untuk itu dirinya kembali meminta masyarakat Kepulauan Aru jangan khawatir dengan situasi ini.
“Yang jelas pasar tetap kita pantau, supaya tidak mengganggu kebutuhan masyarakat terutama menjelang bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri,” tandasnya.








