Diterjang Ombak, Jalan Desa Wangel Nyaris Putus

oleh -
oleh
Dobo, BeritaJar.com: Terjangan ombak dan air pasang laut atau rob mengakibatkan kerusakan parah dan nyaris putus pada ruas jalan Tanjung lampu- desa Wangel Kecamatan Pulau-Pulau Aru.
Berdasarkan pantauan media ini di lokasi tersebut, terlihat beberapa titik pada ruas jalan itu terkikis akibat dihantam ombak besar beberapa pekan terakhir akibat cuaca ekstrim.
Kondisi ruas jalan ini, sudah rusak setahun lebih, namun hingga kini tidak ada upayah pemerintah daerah setempat untuk melakukan perbaikan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Aru, Fredrik Hendrik, S.Sos mengatakan bahwa tahun ini akan mulai dikerjakan.
Dikatakannya, tahun ini sudah pasti lokasi kerusakan pada ruas jalan tersebut dikerjakan. “Anggarannya sudah ada, dan kini menunggu proses pelelangannya saja, selain itu untuk kondisi bulan ini hingga bulan depan tidak mungkin untuk lakukan pekerjaan, karena masih dalam cuaca ekstrim,” jelas Hendrik saat dikonfirmasi Wartawan, Rabu (12/2/2020) di ruang kerjanya.
Hendrik menambahkan, pekerjaan ini akan dikerjakan dengan kontruksi cor beton luar baru di angkat dan diletakan pada lokasinya dan Kontruksi seperti akan lebih berkualitas jika dibandingkan dengan proses penyusunan batu.
“Untuk tahun ini kita mendapatkan anggaran sebesar Rp 6,8 Milyar dengan volume kerja sepanjang 200 meter. Kita harapkan dengan pekerjaan dengan kontruksi ini dapat menekan terjadinya abrasi nantinya,” ungkapnya.
Selanjutnya, tambah Hendrik, tahun depan akan di bangun peron pemecah ombak, sehingga menambah kekuatan menghadang ombak besar saat musim barat tiba (cuaca ekstrim).
Selain itu, kita juga akan koordinasikan dengan OPD teknis lainnya, seperti PUPR dan kantor lingkungan hidup.
“Untuk PUPR sendiri, bila ada anggaran yang sama, maka diharapkan dapat melanjutkan atau sambung pekerjaan kita sebelumnya, sehingga secara bertahap lokasi tersebut dapat diamankan,” tambanya lagi.
Sementara kantor lingkungan hidup,  diharapkan dapat meningkatkan pengawasan dan sosialisasi terhadap dampak yang diakibatkan penggalian golongan C (pasir) di sepanjang pantai tersebut, sehingga tidak lagi memicu terjadinya pengrusakan talud akibat abrasi.
“Kita harapkan adanya kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaganya guna meningkatkan dan mengamankan areal sekitar maupun ekosistem dan kelestarian lingkungan atau alam di dalamnya,” harap Hendrik.