Pemkab Aru Program Mobil Gratis Bagi Pelajar

oleh -
oleh

Dobo, BeritaJar.com: Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru melalui Dinas Perhubungan kembali melakukan program angkutan gratis bagi pelajar di desa Durjela dan desa Wangel Kecamatan Pulau-Pulau Aru.

Program mobil gratis ini dilakukan atas inisiatif Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Aru, sejak tahun 2018 dan tahun 2019 serta telah memfasilitasi sekurangnya hampir 30.000 pelajar di seluruh Kota Dobo. Selanjutnya, di tahun 2020 ini, Desa Durjela dan Desa Wangel mendapatkan bagian program angkutan gratis bagi pelajar.
Diketahui, pada dua desa ini terdapat lebih dari 30 pelajar  yakni SD, SLTP, dan SLTA yang bersekolah di kota Dobo.
“Tahun 2020 ini Pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan kembali melakukan peningkatan pelayanan yang sama bagi adik-adik, Siswa siswi SMP, SMA dan SMK yang berdomisili di Desa Durjela dan Wangel dengan menggunakan 2 angkutan Mini Bus terbaru,” ungkap Bupati Kepulauan Aru dr. Johan Gonga saat Melaunching Angkutan gratis bagi pelajar di desa Durjela, (28/01/2020) dan didampingi Kadis Perhubungan Edwin Patinasarany.
Lanjut dikatakan Bupati, Melalui tindakan pelayanan nyata kepada masyarakat, Pemerintah Daerah berharap dan yakin siswa-siswi yang ada di kota dobo dan pada umumnya Kabupaten Kepulauan Aru akan berhasil menggapai cita-cita mereka guna mewujudkan Negri yang cerdas, SDM Aru yang berintelektual dan berakhlak.

Salah satu masyarakat setempat Mon mengatakan bahwa dengan hadirnya program angkutan gratis tersebut sangat membantu bagi anak-anak di kedua desa tersebut.
“Kami orang tua merasa bersyukur dan berterima kasih kepada bapak Bupati dan Wakil Bupati Aru yang mana sudah membantu anak- anak kami untuk kesekolah dengan menggunakan angkutan gratis,” ucapnya.
Apalagi tambah Mon, dengan kehadiran mobil dengan kapasitas penumpang hingga 15 orang ini sangat membantu anak-anak yang hendak kesekolah apalagi mobil tersebut dilengkapi dengan fasilitas AC.
” Sesungguhnya dengan adanya mobil gratis ini, cukup membantu anak sekolah karena biasanya pagi hari di kedua desa ini pelajar menumpuk tunggu angkutan umum penumpang, yang kadang telat tiba disini,” kata Mon dengan rasa bangga.
Atas nama masyarakat dua desa tersebut, Mon menyampaikan terima kasih atas dilaunchingnya program ini. “Diharapkan kedepannya dikembangkan lagi program-program yang lain lagi yang tentunya berdampak bagi kita semua,” harapnya.