Dobo, Beritajar.com: Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Dobo mengusulkan peningkatan frekuensi pelayaran kapal perintis dari dua minggu sekali menjadi seminggu sekali. Langkah ini diambil demi menjawab keluhan masyarakat soal transportasi laut yang belum lancar di Kepulauan Aru.
Hal ini diungkapkan Kepala UPP Kelas III Dobo, Ruswan Wusurwut kepada wartawan usai Upacara Harhubnas ke-55, Kamis (17/09/2026).
“Apa yang menjadi keluhan masyarakat selama ini adalah transportasi. Untuk kapal perintis sendiri itu kurang lebih dua minggu sekali. Sehingga kami mintakan agar ke depan bisa satu minggu sekali, supaya di Kepulauan Aru ini bisa menggunakan transportasi dengan lancar,” ujar Ruswan.
Menurutnya, usulan tersebut merupakan hasil rapat koordinasi yang digelar sehari sebelumnya bersama stakeholder pelayaran. Dengan frekuensi seminggu sekali, mobilitas warga Aru diharapkan bisa setara dengan daerah lain yang sudah memiliki konektivitas lancar.
Tak hanya soal perintis, UPP Dobo juga telah menyiapkan langkah antisipasi Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2027.
Ruswan menyebut, untuk program tiket gratis Nataru 2027, Kepulauan Aru mendapatkan kuota sekitar 1.500 penumpang. Kapal yang akan digunakan adalah milik PT. Pelayaran Dharma Indah. Sementara total kuota untuk seluruh kabupaten di wilayah Timur sekitar 5.500 penumpang.
“Kami ke depan dengan adanya kuota ini kita atur jadwalnya agar tidak berpapasan dengan kapal Pelni, sehingga tidak mubazir dan bisa terangkut semua masyarakat yang menggunakan transportasi kapal laut di Dobo,” jelasnya.
Pihaknya juga mengantisipasi arus mudik dan arus balik dari wilayah Papua. Untuk itu, UPP Dobo melakukan koordinasi jadwal kapal Sabuk Nusantara yang ada di Aru dengan Sabuk Nusantara yang beroperasi di Merauke dan Saumlaki.
“Terutama yang kita antisipasi adalah arus balik atau arus mudik yang dari wilayah Papua. Jadi sudah ada langkah-langkah untuk persiapan angkutan Nataru ke depan,” pungkasnya.







