Dobo, Beritajar.com: Polres Kepulauan Aru kembali menggelar program Polisi Mengajar di SMA Muhammadiyah Dobo, Selasa (8/9/2026).
Hal ini sebagai upaya memperkuat pembinaan generasi muda sekaligus mencegah kenakalan remaja yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Kegiatan tersebut dipimpin Kabag SDM Polres Kepulauan Aru AKP Penma, S.H.
Dalam penyampaiannya, para siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk kenakalan remaja, mulai dari penyalahgunaan obat-obatan, minuman keras (miras), tawuran, bullying, pergaulan bebas, hingga dampak negatif judi online dan penyebaran hoaks.
AKP Penma menjelaskan bahwa kenakalan remaja merupakan perilaku yang menyimpang dari norma maupun aturan yang berlaku dan apabila tidak dicegah sejak dini dapat memberikan dampak serius terhadap pendidikan, masa depan, bahkan lingkungan sosial remaja.
Para pelajar juga diajak memahami penyebab munculnya kenakalan remaja, termasuk pengaruh lingkungan pergaulan, penyalahgunaan teknologi, kurangnya pengawasan, serta keputusan yang diambil tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang.
Dalam kesempatan tersebut, mantan Kasat Sabhara Polres Aru ini mengingatkan siswa agar bijak menggunakan smartphone dan media sosial.
Pelajar diminta tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya serta mewaspadai berbagai bentuk kejahatan siber, khususnya judi online, penipuan, dan penyebaran berita bohong.
Selain itu, siswa didorong untuk menaati tata tertib sekolah, menjauhi pergaulan bebas, serta membangun pergaulan yang positif dan saling menghargai.
Pihaknya juga menekankan pentingnya keberanian untuk melapor kepada guru, orang tua maupun pihak kepolisian apabila menghadapi persoalan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Pada kesempatan itu, Penma juga mengajak para pelajar untuk lebih fokus pada pendidikan dan kegiatan positif.
Setelah mengikuti proses belajar di sekolah, siswa diimbau untuk langsung pulang ke rumah dan menghindari aktivitas yang tidak bermanfaat maupun berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas.
Program Polisi Mengajar diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan penyuluhan, tetapi menjadi ruang komunikasi antara kepolisian dan pelajar dalam membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga diri, lingkungan sekolah, serta masa depan generasi muda.
“Melalui pendekatan edukatif dan preventif ini, kami berkomitmen terus hadir di lingkungan pendidikan untuk menciptakan suasana sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif sekaligus membentuk generasi muda yang disiplin, cerdas, bertanggung jawab, dan bebas dari kenakalan remaja,” tandas Kabag SDM Polres Aru ini.






