Kasus HIV/AIDS di Aru Menurun, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

oleh -

Dobo, Beritajar.com: Kasus HIV/AIDS di Kepulauan Aru jauh menurun dibanding tahun sebelumnya. Penyebab turunnya kasus karena terus berjalannya skrining bagi mereka berisiko HIV.

“Berdasarkan data yang kami terima dari 30 puskesmas yang ada di Aru pada tahun 2024 terdapat 79 kasus HIV/AIDS, sedangkan pada tahun 2025 menurun menjadi 58 kasus,” ungkap Wani, pegawai Bidang P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Dinkes Kepulauan Aru saat ditemui wartawan di kantor, Kamis (29/1/2026).

Menurutnya, penurunan kasus HIV/AIDS ini merupakan hasil dari upaya pencegahan dan pengendalian yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat, namun tetap harus diwaspadai karena risiko penularan masih tinggi.

Selain itu, Dinkes dan puskesmas terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pencegahan HIV/AIDS, serta meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

Wani katakan, ada dua istilah yang digunakan dalam konteks kesehatan terutama dalam pencegahan dan pengendalian penyakit seperti HIV/AIDS yakni Populasi kunci dan umum.

Populasi kunci, jelasnya adalah kelompok orang yang memiliki risiko tinggi untuk terinfeksi HIV/AIDS atau penyakit lainnya karena perilaku atau faktor lain. Mereka adalah Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL), Pengguna Napza Suntik (Penasun), Wanita Pekerja Seks (WPS), Transgender/Waria dan Orang yang memiliki pasangan seks berganda.

“Populasi kunci ini, memiliki risiko tinggi karena perilaku seksual yang berisiko, penggunaan jarum suntik yang tidak steril, atau faktor lain yang meningkatkan kemungkinan penularan penyakit,” terangnya.

Sedangkan populasi umum adalah masyarakat luas yang tidak termasuk dalam populasi kunci. Mereka adalah orang-orang yang tidak memiliki risiko tinggi untuk terinfeksi HIV/AIDS, tetapi masih dapat terinfeksi jika tidak melakukan perilaku yang aman.

“Infeksi Menular Seksual (IMS) juga mempermudah virus HIV masuk ke dalam tubuh,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Puskesmas Dobo, Puskesmas Siwalima, dan RSUD Cendrawasih Dobo memiliki data kasus HIV/AIDS terbanyak, dibandingkan puskesmas lain di luar kota Dobo. “Hal ini dikarenakan ketiganya berada di pusat kota Dobo dan yang melakukan testing langsung,” ujarnya.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Aru, dr. Sakti Sitorus mengimbau masyarakat untuk waspada dan melakukan testing secara rutin. “Kita harus waspada dan melakukan testing secara rutin untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS ini,” pesannya.

Penurunan kasus HIV/AIDS di Aru, ungkap Sitorus diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran dan upaya pencegahan penyakit ini.