Dobo, Beritajar.com: Kabupaten Kepulauan Aru menjadi pusat perhatian investor asing, khususnya dari Cina, yang ingin berinvestasi di bidang perikanan.
Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel menyambut hangat kedatangan investor Cina tersebut, yang diharapkan dapat meningkatkan ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat Aru.
Terpantau, pada Rabu (28/1/2026), Bupati Kaidel menerima kunjungan investor Cina di ruang kerjanya, membahas rencana investasi di bidang perikanan yang akan membawa dampak positif bagi daerah ini.
Kepada wartawan, Bupati Kaidel mengatakan bahwa investor Cina tersebut berencana membangun infrastruktur seperti jembatan dan kolstori untuk menampung kapal tangkap dan kapal penampung dengan kapasitas besar.
“Mereka berharap lokasi tersebut bisa menampung sekitar 500 unit armada/kapal tangkap serta kapal penampung di atas GT 5000,” katanya usai pulang mendampingi investor di Benjina, Kecamatan Aru Tengah, Kamis (29/1).
Dua lokasi strategis yang sedang dipertimbangkan adalah Area Belakang Wamar dan Daerah Benjina, bekas perusahaan Jayanti yang sekarang dinamakan Industri Perikanan Aru (IPA).
“Langkah awal adalah survei lokasi dan mengecek kedalaman laut serta kondisi perairan setempat,” ujar Kaidel.
Ia menambahkan, Investor Cina tersebut berencana memulai dengan mendatangkan kapal dari Cina untuk melihat potensi perikanan di Kepulauan Aru.
“Kami berharap sumber daya atau pengusaha setempat yang bergerak di bidang perikanan bisa bekerjasama dengan mereka, sehingga sambil berjalan, hasil tangkapan mereka bisa ditampung dulu di kolstori dan diproses di lokasi kolstori yang dimiliki oleh swasta di Kabupaten Kepulauan Aru,” beber Kaidel.
Investasi ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam membuka lapangan kerja, meningkatkan ekonomi, dan memperbaiki infrastruktur pelabuhan.
“Mereka juga berniat membantu nelayan lokal dengan meningkatkan kapasitas mereka, memperbarui ukuran kapal dan alat tangkap, serta menyuplai logistik untuk operasional,” jelas Kaidel.
Tak hanya itu, Bupati Kaidel juga mengatakan bahwa investor Cina tersebut meminta pemerintah daerah untuk membuat pemetaan di laut Aru tentang jenis ikan apa dan pada musim apa saja yang dapat ditangkap.
“Untuk udang sendiri, pihaknya akan berupaya memodifikasi alat tangkap yang ramah lingkungan kepada nelayan lokal,” tandas Kaidel.
Pertemuan ini merupakan awal dari kerjasama yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aru dan menjadikan Kabupaten Kepulauan Aru sebagai pusat industri perikanan di Indonesia Timur.






