FTBI Bahasa Moa Resmi Digelar, 23 Sekolah di MBD Ikut Sukseskan

oleh -

Tiakur, Beritajar.com: Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) untuk Bahasa Moa kembali digelar di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Sabtu (15/11/2025).

FTBI bahasa Moa yang berlangsung di Gedung Serbaguna Tiakur itu sebagai bagian dari program Revitalisasi Bahasa Daerah di bumi Kalwedo dan diikuti oleh 23 sekolah yang ada di MBD.

Kegiatan ini resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten MBD, Eduard J. S. Davidz, mewakili Bupati MBD, Benyamin Th. Noach. Dalam sambutannya, Ia menegaskan bahwa bahasa daerah adalah identitas diri, identitas komunitas dan cermin kebudayaan.

Dikatakan, bahasa adalah cara masyarakat kita dikenal. Sebuah kota atau kampung sering diingat dari bahasa yang dituturkan penduduknya.

“Kami memberikan apresiasi kepada Balai Bahasa Provinsi Maluku atas inisiatif dan komitmen mereka. Tahun ini adalah tahun penting bagi Bahasa Moa. Harapan kami, bahasa-bahasa lain di MBD juga dapat mengambil bagian sehingga kembali digunakan dalam keseharian masyarakat,” ucapnya.

Noach menjelaskan bahwa tantangan pelestarian bahasa daerah memang besar, namun tidak ada yang mustahil jika semua unsur bekerja bersama pemerintah daerah, sekolah, komunitas adat, orang tua, dan seluruh masyarakat.

“Kami bangga melihat generasi muda tampil berani dan percaya diri. Mereka adalah generasi emas, calon duta budaya daerah ini. Pemenang tingkat kabupaten akan mewakili MBD pada FTBI tingkat Provinsi Maluku sebagai Duta Bahasa Moa,” ujarnya.

Diakhir sambutan, Noach mengingatkan agar banggalah menjadi penutur Bahasa Moa. Bahasa dan budaya adalah identitas kita.

“Mari kita jaga bersama agar tidak hilang di masa depan,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Maluku yang diwakili oleh Kasubag Umum Balai Bahasa Maluku, Linda Margret Heumasse menyampaikan bahwa ia sangat bahagia dapat bertemu dengan para guru, orang tua, dan anak-anak sebagai tunas bahasa ibu dari Bahasa Moa.

Ia menegaskan, revitalisasi bahasa daerah harus dilakukan melalui kerja bersama dengan langkah-langkah yakni mendokumentasikan bahasa melalui rekaman cerita, lagu, dialog dan kosakata.

Selain itu, menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, seperti kelas bahasa, permainan, lagu daerah, dan media kreatif. Kemudian menguatkan peran keluarga sebagai pewaris utama bahasa dari generasi ke generasi.

Disamping itu, mendorong guru untuk mengajarkan dan menggunakan bahasa daerah sesuai amanat Undang-Undang Kebahasaan.

Dirinya juga menjelaskan bahwa tahun 2025 merupakan tahun pendampingan untuk lima bahasa di Maluku, termasuk Bahasa Moa.

“Festival ini menjadi bagian dari tahap kelima revitalisasi bahasa sebagai upaya menjaga keberlangsungan bahasa daerah,” katanya.

Heumasse menambahkan, Festival ini bukan tentang menang atau kalah, tetapi tentang menunjukkan bahwa Bahasa Moa itu hidup, indah, dan membanggakan.

“Karena dengan menulis cerpen, membaca puisi, mendongeng, berpidato, menyanyi, hingga komedi berbahasa Moa, anak-anak membuktikan bahwa Bahasa Moa memiliki masa depan,” pintahnya.

Diketahui, kegiatan ini juga dihadiri unsur Forkopimda MBD, para Asisten Bupati, Staf Ahli Bupati, pimpinan Kantor Kementerian Agama MBD, pimpinan OPD, Pimpinan Balai Bahasa Provinsi Maluku, para Camat, Lurah Tiakur, rohaniawan, 23 kepala sekolah, juri, guru pendamping peserta, serta undangan lainnya.