Dobo, Beritajar.com: Pembangunan Pelabuhan Yos Soedarso Dobo di Kepulauan Aru menunjukkan progres signifikan. Hingga kini, proyek ini telah mencapai 65 persen dan ditargetkan selesai tepat waktu.
“Progres pengembangan pelabuhan Yos Sudarso Dobo sampai saat ini sudah mencapai 65 persen lebih, termasuk terminal penumpang dan kantor,” ungkap Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Dobo, Rusman Wusurwut saat ditemui Wartawan diruang kerjanya, Kamis (11/9/2025).
Menurutnya, pembangunan pekerjaan di Pelabuhan Yos Sudarso Dobo meliputi perluasan dermaga, pembangunan terminal penumpang dan penambahan fasilitas pendukung lainnya.
Termasuk, lanjut Wusurwut, ruang tunggu dan kantor serta area parkir yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan transportasi laut, mendukung ekonomi wilayah serta menambah estetika kota sebagai gerbang utama Kabupaten Kepulauan Aru.
“Jadi untuk lembar dermaganya awalnya 6 meter tapi saat ini ditambah 2 meter kiri-kanan sehingga menjadi 10 meter, itu yang dibagian tengah dan dermaga. Sedangkan untuk pembangunan terminal penumpang dibuat 2 lantai dan kantor UPP Kelas III Dobo 1 lantai,” ujarnya.
Selain itu, tambah Kepala UPP Kelas III Dobo ini, setelah semuanya rampung dan diresmikan, kantor lama berserta gedung terminal lama akan di bongkar sehingga pelabuhan ini lebih aman, tertata dan mampu mengatasi kendala yang ada.
“Proyek ini dikerjakan oleh PT. Abadi Prima Konindo dan sumber dananya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang pengelolaannya dilakukan oleh Kementerian Perhubungan melalui Kantor UPP Dobo. Selain dari APBN, sumber dana juga bisa berasal dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) untuk mendukung kegiatan pengembangan,” jelasnya.
Dirinya menambahkan, pelabuhan Dobo merupakan salah satu pelabuhan yang memiliki karakteristik dekat dengan pemukiman penduduk juga pasar. Untuk itu, arus masuk keluar pelabuhan membutuhkan strategi pengaturan lebih baik.
“Olehnya menyikapi kondisi pelabuhan Dobo yang berdekatan dengan pemukiman dan pasar ini, sehingga kami sudah merubah trafic arus masuk keluar kendaraan maupun penumpang dengan menggunakan 2 arah sisi kiri dan kanan,” terang Wusurwut.
Disamping itu, pembangunan ini merupakan bagian dari program strategis pemerintah pusat, seperti program tol laut, dan pelaksanaannya dilakukan oleh berbagai instansi pemerintah terkait, termasuk UPP Kelas III Dobo dan Kementerian Perhubungan, dengan target penyelesaian pada akhir tahun 2025.
“Harapannya semua berjalan lancar sehingga proses pembangunan ini cepat selesai dan diresmikan penggunaannya,” tandas Kepala UPP Kelas III Dobo.
Terpisah, salah satu pengawas dilapangan kepada wartawan menyampaikan bahwa proyek peningkatan fasilitas pelabuhan Dobo dipastikan rampung tahun ini.
“Yang jelas untuk pekerjaan pelabuhan ini dipastikan selesai bulan November. Sedangkan terminal sama kantor UPP Kelas III Dobo akhir tahun 2025, sesuai dengan kontraknya,” ujar Wawan.
Ia mengaku, pada kegiatan pekerjaan ditangani oleh kontraktor pelaksana PT. Abadi Prima Konindo dengan nilai kontrak Rp. 76.768.002.366,83 dan Konsultan Pengawas dari PT. Ditori Geokarya Teknik.






