Dobo, Beritajar.com: Pentas seni budaya menggambarkan budaya yang mengakar di Kabupaten Kepulauan Aru yang terus dijaga. Hari ini kita menggali kembali disini budaya kita yang mungkin dilupakan selama ini.
Hal ini diungkapkan Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel saat membuka kegiatan Pagelaran Seni Budaya yang dilakukan umat Katolik di aula Cendrawasih, Jumat (18/7/2025) malam.
Atas nama pemerintah daerah, bupati mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan dan tumpangan bagi umat Katolik di Kabupaten Kepulauan Aru.
“Satu kehormatan bagi kami masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru hal ini mungkin tidak terulang lagi, yang mana kami dipercayakan oleh Duta Vatikan dan ketiga uskup dan 91 imam yang akan diteguhkan di Kabupaten Kepulauan Aru, satu kehormatan dan satu kepercayaan bagi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru,” ujar Timo sapaan akrabnya.
Kebetulan kemarin, kata bupati Timo, Aru dipercayakan mewakili Asia dan di acara Right and Resources Initiative (RRI) di Nepal yang diwakili oleh ibu pendeta Ros Gaelagoy dan Mika Ganobal.
“Yang mana Aru terpilih sebagai daerah yang masih mempertahankan kultur budaya mendasar kita ini. Terima kasih banyak sudah mengenalkan Aru untuk dunia, ini supaya jadi semangat kita dalam mengenali akar dan budaya kita dari Kabupaten Kepulauan Aru,” katanya.
Ditambahkan pula, Kabupaten Kepulauan Aru memiliki 117 Desa dan 10 Kecamatan, dan Aru memiliki 6 bahasa daerah yang membuat Kabupaten Kepulauan Aru ini unik. Orang lanjut bupati, menjuluki Aru sebagai laboratorium umat beragama dan ditambah satu lagi Aru merupakan laboratorium daripada semua suku etnis di Indonesia.
“6 bahasa daerah menunjukkan bahwa kita punya keragaman suku bangsa, suku daerah yang hidup dan membentuk Kabupaten Kepulauan Aru. Hari ini sampai detik ini yang membuat Aru itu kaya akan budayanya yang tidak sama dengan daerah-daerah lain,” jelas Timo.
Olehnya, malam ini kita disuguhkan oleh pentas seni tari budaya dari Papua, Tanimbar, Key, Ambon dari Maluku Utara dari Pulau seram dan beberapa lainnya.
“Ini yang membuat kita menjadi keragaman laboratorium bangsa di Indonesia, ini sangat luar biasa,” tutur bupati Aru.






