Dobo, BeritaJar.com: Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel diminta untuk tidak mendengar masukan dan bisikan dari para pembisik di sekelilingnya yang tidak mengerti regulasi. Namun punya ambisi untuk kepentingan pribadi mereka semata.
“Saya melihat bahwa ketika langkah-langkah kebijakan yang dilakukan Bupati saat ini menyimpang dari berbagai aturan, maka patut kita pertanyakan sehingga Bupati salah jalan. Bagi saya Bupati jangan cepat juga mendengarkan pembisik-pembisik,” ungkap salah satu tokoh masyarakat Aru, Jemy Siarukin kepada sejumlah Wartawan, Selasa (29/4/2025) di Dobo.
Menurutnya, kita sama-sama tahu bahwa sebelum Bupati dilantik ada yang namanya tim transisi, tim transisi ini mempunyai tugas utama adalah bagaimana Bupati punya target 100 hari yang harus dicapai dalam program prioritas.
Selain itu, kata Jemy, bupati harus rasional melihat soal bagaimana kebijakan-kebijakan yang ditempuh untuk pelayanan kesejahteraan masyarakat saat ini.
“Kalau kita mengikuti berita di setiap media, bupati di daerah lain lebih sibuk untuk melihat pelayanan-pelayanan kesejahteraan masyarakat dan dia tidak terpaku kepada bagaimana membongkar,” ujarnya.
Dirinya mengaku, walaupun mutasi pejabat hak prerogatif kepala daerah, tapi yang harus dilakukan saat ini bagimana membenahi pelayanan masyarakat dalam 100 hari kerja pemerintahannya kedepan.
“Bupati mempunyai hak penuh untuk melakukan itu (membongkar), tapi mengganti Plt saat ini jika menjabat pada dinas atau badan itu mungkin dia meninggal atau mengundurkan diri atau tersangkut masalah hukum maka dia sebagai bupati bisa mengambil kebijakan secara otomatis untuk itu, tetapi kalau tidak saya pikir beliau menahan diri dulu,” tutur Jemy.
Olehnya itu, ia berharap bupati dalam melakukan sesuatu harus meminta masukan atau berdiskusi terlebih dahulu kepada pihak yang berkompeten agar memperoleh informasi lebih akurat, meskipun mutasi itu hak prerogatifnya. Jangan hanya mendengar masukan dari pembisik saja.
“Sebagai tokoh masyarakat kami sangat mengharapkan agar Bupati jangan tergesa-gesa mengambil sebuah kebijakan yang sangat merugikan kepentingan dan pada akhirnya sebuah prinsip berpikir beliau yang ke depan yang baik bisa ternodai oleh pembisik-pembisik,” harap Jemy mengingatkan.






