Dobo, BeritaJar.com: Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel langsung menunjukkan komitmennya dalam membangun daerah dengan memimpin apel gabungan perdana di halaman Kantor Bupati pada hari pertama ia masuk kantor, Senin (03/03/2025).
Apel tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Drs. Mohammad Djumpa, M.Si, Sekda Aru, para staf ahli Bupati, asisten, pimpinan OPD, camat, serta ratusan ASN dari berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru.
Dalam arahannya, bupati Kaidel menyampaikan bahwa kabupaten Kepulauan Aru sudah berusia 20 tahun dan ini merupakan waktu yang panjang. Ia mengibaratkan Aru seperti usia manusia 20 tahun.
“Kalau kita kabupaten yang 5 tahun, sama dengan anak usia 5 tahun itu belum punya malu.
Kalau usia anak 5 tahun itu, jalan telanjang masih biasa-biasa saja belum tahu malu, buat salah pun, masih biasa-biasa saja belum punya malu. Dia menanjak 10 tahun, rasa malu itu mulai sedikit ada dan 15 tahun apalagi.
20 tahun bukan saja malu tapi dia sudah mulai pamerkan diri dan mencari jati diri,” ungkapnya.
Dikatakan, kabupaten ini sudah 20 tahun, 20 tahun berarti sudah harusnya kabupaten Aru hari ini,
sudah mulai bersolek diri dan mulai pamerkan diri kepada daerah-daerah lain bahwa kita sudah bisa, kita sudah punya malu, kita sudah harus maju dan kita sudah harus lebih daripada mereka.
“Jadi, bicara seperti ini bukan kita menyalahkan orang-orang terdahulu yang memimpin kabupaten ini, tetapi dari situlah kita belajar, belajar bagaimana kita bangkit dan memulai sesuatu yang baru hari ini. Kita harus belajar dari kesalahan mereka, belajar dari semua peristiwa yang pernah terjadi,” ujar Kaidel.
Dijelaskan pula, kabupaten ini pernah mengalami masa-masa kelam dan itu tidak boleh terjadi lagi. Masa-masa kelam itu menjadi guru berharga bagi kita.
“Jadi pengalaman yang berharga bagi kita bahwa pemimpin terdahulu, bupati yang pertama pernah tertangkap masalah korupsi. Kita lima tahun, tahun 2010 sampai 2015, kabupaten ini diisi dengan masa transisi tanpa pemimpin definitif,” katanya.
Selain itu, tahun 2015 sampai 2024 banyak cerita yang terjadi, baik ASN, pimpinan OPD
yang seharusnya mereka tidak perlu menyekap dalam penjara.
“Karena ada pemimpin di negeri ini. Itu tidak boleh terjadi karena kelalaian kalian adalah kesalahan pemimpin, kegagalan kalian adalah kegagalan pemimpin itu sendiri. Jadi kalau ada orang yang dipenjara, penjara dulu bupatinya pertama karena dia tidak mampu dan becus untuk mimpin negeri ini,” tegas Kaidel.
Olehnya, bupati berharap masa-masa kelam itu harus dikenang dan kenangkan dalam diri kita masing-masing. “Kerjalah secara tertanggung jawab yang baik,” pintah Kaidel.






