Bupati Aru : Pilkada Selesai Tidak Ada Kata Dendam Dalam Diri Saya

oleh -

Dobo, BeritaJar.com: Bupati Kabupaten Kepulauan Aru, Timotius Kaidel menegaskan bahwa tidak boleh lagi ada dendam politik, baginya pilkada telah selesai dan saatnya bekerjasama membangun daerah.

“Jadi Bapak-Ibu, pilkada sudah selesai. Pesta Demokrasi sudah selesai dan hari ini kita sudah mendapatkan hasil dari demokrasi itu, lahir seorang pemimpin baru di negeri ini,” ucapnya saat memimpin apel perdana di halaman kantor bupati Kepulauan Aru, Senin (03/03/2025).

Dikatakan, memulai sesuatu yang baru dengan pemimpin yang baru tentunya berbeda dengan pemimpin yang sebelumnya, karena masing-masing pemimpin dengan karakternya berbeda-beda yang harus diikuti.

“Jadi kebiasaan lama mohon ditinggalkan, karena semua pemimpin punya karakter dan manejemen yang berbeda-beda yang harus diikuti,” katanya.

Kaidel juga menyampaikan, perbedaan-perbedaan pilihan di pilkada 2024 kemarin merupakan bagian dari demokrasi, dan kita memilih karena kita punya alasan tertentu.

“Saya tidak pernah dendam, sehingga jangan ada yang bilang bapak Timo itu orang pendendam, Tidak. Dendam itu menyiksa diri, umur kita pendek nanti,” jelasnya.

Menurut Kaidel, dendam itu membuat aura dalam diri kita hilang dan kita tidak diliputi oleh damai sejahtera .

“Jadi proses pilkada itu selesai dan hasil demokrasi itu kita semua harus tunduk bahwa inilah hasil demokrasi yang terjadi kemarin,” paparannya.

Olehnya dirinya berharap saling kerjasama yang baik, dan tidak ada blok-blok ditengah-tengah ASN di lingkup dinas masing-masing.

Selain itu, Kaidel menegaskan bahwa tidak ada tim sukses yang mengatur pemerintahan saat ini, dan kalau ada segera melaporkan ke bupati atau wakil bupati untuk di tindak.

“Beta tidak akan lihat dan bapak ibu, kepala dinas dan seluruh ASN di kantor dinas masing-masing bahwa tidak ada yang namanya tim sukses yang mengatur. Tidak ada tim sukses yang datang di dinas untuk mengatur dan itu tidak akan terjadi. Kalo ada yang ke dinas masing-masing Laporkan?,” tegasnya.

Kaidel katakan, hal itu merupakan kebiasaan lama dan jangan diulangi lagi, sehingga biarkan supaya ASN, kepala Dinas pada OPD masing-masing bisa mandiri dan berkreasi sesuai kapasitasnya masing-masing.

“Saya ingin lihat kinerja masing-masing dan evaluasi itu pertahun bagaimana membenahi Kabupaten ini,” pesannya.

Ditambahkan pula, kita membenahi Kabupaten ini mulai dari lingkup pemerintahan, karena dari sinilah roda pemerintahan itu bisa jalan, baik tidaknya tergantung bapak ibu sekalian.

“Jadi bertanggung jawablah terhadap tanggung jawab negara yang sudah diembankan kepada kita masing-masing, semua punya peran dan fungsi tugas masing-masing. Pemerintahan ini gagal dan berhasilnya tergantung bapak ibu, saya tidak mungkin kerja sendiri,” terang Bupati.

“Saya mohon, bapak ibu termasuk saya dan pa wakil dapat upah/gaji dari negara untuk melayani masyarakat, karena masih ada orang basudara kita di kampung-kampung hari ini yang masih lapar yang makan pagi masih pikir sore makan apa, makan hari ini pikir besok makan apa begitu seterusnya, untung alam kita masih menyediakan sumber daya yang berlimpah yang dapat membantu kita,” sambungnya.

Disamping itu, dengan efisiensi anggaran sesuai dengan arahan pemerintah pusat dalam retret kemarin, tujuannya agar kegiatan-kegiatan yang tidak perlu seperti koordinasi, tenaga ahli, jasa konsultan yang tidak tau tujuannya dihilangkan, sehingga uang negara itu benar-benar dapat digunakan sesuai peruntukannya guna pembangunan di daerah.

Pada sisi lainnya, apa yang menjadi janjinya ketika kampanye bahwa TPP (tambahan penghasilan pegawai) akan di berikan itu pasti akan diwujudkan walaupun ditengah pemerintah pusat mengefisiensi anggaran.

“Walaupun TPP bukanlah satu kewajiban, karena itu disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Namun, dengan diberikan TPP akan meningkatkan pertumbuhan dan meningkatkan perputaran ekonomi daerah serta akan meningkatkan daya beli masyarakat dan disitulah pertumbuhan ekonomi kita akan semakin baik dan meningkat,” tandas Kaidel.