Dobo, BeritaJar.com: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepulauan Aru melaksanakan Gerakan Aksi Bergizi dan Advokasi Satuan Pendidikan Kesehatan di daerah ( OPD terkait mitra potensial organisasi profesi kesehatan dan pendidikan), Jumat (16/8/2024).
Kegiatan yang berlangsung di halaman SMP Negeri 1 Dobo itu dibuka oleh Bupati Kepulauan Aru, dr. Johan Gonga dan didampingi Ketua PKK Kabupaten Kepulauan Aru.
Hadir pula Kadis Kesehatan, dr. Wati Gunawan dan pimpinan OPD lingkup Pemkab Kepulauan Aru, para guru SMPN 1 Dobo serta melibatkan seluruh siswa siswi SMP.
Bupati Aru dalam amanatnya menyampaikan, Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang dapat dialami oleh semua kelompok umur mulai dari balita remaja ibu hamil sampai usia lanjut.
“Data jumlah remaja putri kabupaten Kepulauan Aru tahun 2023 sebanyak 6.576. Remaja putri yang menerima yang anemia sebesar 20% atau sebanyak 77 dari 385 remaja putri yang mendapat skrining anemia,” ucapnya.
Menurutnya, masih tingginya kasus anemia erat kaitannya dengan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) khususnya pada remaja putri dan ibu hamil.
“Melihat masih rendahnya kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri, kementerian kesehatan melaksanakan gerakan aksi bergizi yang mulai dilaksanakan tahun 2022 melalui advokasi mobilisasi sekolah dan masyarakat koordinasi multisektor penguatan kapasitas serta pemantauan dan evaluasi,” katanya.
Sejalan dengan rangkaian kegiatan gerakan tersebut dalam rangka memperingati Hari Remaja Internasional, hari Pramuka dan hari kemerdekaan RI ke-79 tahun 2024, kementerian kesehatan mengadakan gerakan nasional aksi bergizi melalui kampanye aksi bergizi.
Kegiatan ini, kata Gonga melibatkan lintas sektor di tingkat pusat dan daerah serta seluruh warga sekolah khususnya remaja putri sebagai penerima manfaat langsung dari kegiatan ini.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat memotivasi sekolah-sekolah lain untuk ikut melaksanakan kegiatan aksi bergizi secara rutin sebagai bentuk upaya meningkatkan gizi remaja serta menjaga anemia pada remaja putri sehingga mendukung pencegahan stunting secara nasional.
“Kabupaten Kepulauan Aru merupakan salah satu lokus stunting di provinsi Maluku sejak tahun 2019. Tingginya prevelensi balita yang mengalami stunting serta rendahnya cakupan layanan dasar menjadi penyebab utama Kepulauan Aru masuk dalam daftar lokus di provinsi Maluku,” ungkapnya.
Selain itu, data stunting tahun 2024 sebesar 15,14% atau sebanyak 1356 dari 8.956 balita (hasil intervensi stunting serentak bulan Juni 2024), sementara target nasional sesuai peraturan presiden nomor 72 tahun 2001 pada tahun 2024 preferensi standing harus menurun hingga di bawah 14.
Oleh sebab itu, pada tataran kebijakan pemerintah daerah kabupaten Kepulauan Aru memberikan perhatian besar terhadap pencegahan stunting.
“Salah satunya melalui kegiatan yang kita ikuti bersama saat ini,” beber bupati.
Bupati dua periode ini juga menambahkan, upaya pencegahan stunting harus dilakukan sejak usia remaja. Karena remaja putri adalah calon ibu yang akan melahirkan generasi masa depan bangsa, dimana pada usia ini sangat perlu diberikan edukasi edukasi tentang pentingnya menjaga stunting dengan mengkonsumsi tablet tambah darah dan pentingnya menjaga asupan gizi dengan sasaran sehat sesuai porsi isi piringku.
“Hari ini kita ada bersama dalam gerakan nasional aksi bergizi dan juga advokasi satuan pendidikan kesehatan yang diselenggarakan oleh kementerian kesehatan, melibatkan kementerian pendidikan, aksi bergizi ini dilaksanakan secara serempak di Indonesia mulai tanggal 12 Agustus sampai 12 September dan kemungkinan kabupaten Kepulauan Arum melaksanakan pada hari ini tanggal 16 Agustus 2024,” urai Gonga.
Dirinya sangat mengharapkan dukungan dan sinergi lintas sektor dalam hal ini OPD terkait, mitra potensial dan organisasi profesi kesehatan serta pendidikan khususnya dinas pendidikan dinas kesehatan kementerian agama.
Untuk berkelanjutan program ini di sekolah melalui implementasi kurikulum kesehatan dalam penyelenggara pendidikan kesehatan di PAUD-SMP sederajat termasuk pemanfaatan bahan agar materi kesehatan dan sekolah di tingkat kabupaten Kepulauan Aru.
“Setiap satu kali dalam seminggu, seluruh siswa wajib sarapan sehat di sekolah dan seluruh siswa (remaja putri) mengkonsumsi tablet tambah darah,” pungkas bupati Gonga.






