Gelar Operasi Pekat Salawaku 2024, Polres MBD Temukan Miras dan Pasangan Bukan Suami Istri

oleh -

Tiakur, BeritaJar.com: Polres Maluku Barat Daya (MBD) menggelar Operasi Pekat Salawaku 2024 pada Wilayah hukum Polres MBD kota Tiakur yang berlangsung dari tanggal 16 hingga 25 Mei 2024.

Hal ini dikatakan Kasat Reskrim Polres MBD, Iptu Boyke Nanulaitta, S.H kepada wartawan di Mapolres.

Iptu Boyke Nanulaitta yang juga sebagai KaSatgas Gakkum menyampaikan bahwa giat operasi pekat salawaku dipimpin langsung oleh Kapolres MBD, AKBP Pulung Woetono, S.I.K., selaku Kaopsres bersama Waka Polres MBD Kompol Jdessy Batara, S.Sos, serta KaSatgas Deteksi Kasat Intelkam, Iptu Indra Parera, S.Sos, KaSatgas Preemtif, Iptu E. J. E. Rangkoly, S.Sos bersama sejumlah personil Polres MBD.

“Jadi kami melaksanakan kegiatan ini berlangsung di wilayah hukum Polres MBD dengan sandi “Operasi Pekat Salawaku 2024. Kegiatan ini berlangsung selama 10 hari, terhitung mulai tanggal 16 Mei sampai 25 Mei 2024,” ucapnya.

Nanulaitta juga menjelaskan, giat ini dititik beratkan pada kegiatan yang dapat mengganggu Kamtibmas pada wilayah hukum Polres MBD dan khususnya kota Tiakur.

“Dalam giat operasi ini ada beberapa bentuk kegiatan, seperti patroli dialogis di pasar Tiakur, razia miras, razia preman, razia di tempat iburan malam, razia pasangan bukan suami istri di penginapan, taman kota tiakur, dan lapangan kalwedo,” ungkapnya.

Dirinya mengungkapkan, hasil dari kegiatan Operasi Pekat Salawaku 2024 yang berlangsung kurang lebih 6 hari ini, antara lain adalah ditemukan beberapa pedagang minuman keras jenis sopi dan pedagang (kios) yang tidak memiliki ijin menjual bir.

Selain itu, juga ditemukan beberapa pasangan muda-mudi yang bukan pasangan suami istri di lapangan kalwedo, dan taman kota tiakur (bela ketupat).

Ditegaskan pula bahwa miras yang ditemukan langsung dimusnahkan dengan cara menumpahkannya di bahu jalan dan disaksikan di depan para pedagang dan ada beberapa orang yang diamankan sebagai barang bukti hasil sitaan.

“Dan pemuda yang kedapatan lagi berkumpul di pasar Tiakur kami lakukan dialog (bacarita Kamtibmas),” katanya.

Hal ini dilakukan, sambung Nanulaitta sebagai upaya untuk memberikan efek jera dan pembelajaran kepada para pedagang dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Disamping itu, para pasangan muda-mudi yang bukan pasangan suami istri juga diamankan untuk dimintai keterangan dan diberikan pembinaan lebih lanjut dan kemudian di kembalikan ke rumahnya masing-masing.

“Tindakan ini diambil guna menjaga moralitas dan ketertiban di lingkungan masyarakat kota Tiakur,” paparnya.

Dirinya berharap dengan adanya kegiatan ini, dapat memberikan dampak positif dalam menjaga ketertiban sosial di masyarakat.

“Harapannya dengan kegiatan ini dapat mengurangi praktik-praktik yang dapat meresahkan masyarakat,” pintah Kasat Reskrim. (JQ)