Bupati Aru Pimpin Upacara Peringatan Hari Dharma Samudera Ke-61

oleh -

Dobo, BeritaJar.com: Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Aru melaksanakan Upacara Peringatan Hari Dharma Samudera Ke-61 bertempat di Lapangan Upacara Arafuru Mako Lanal Aru desa Durjela, Kecamatan Pulau-pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru Maluku.

Upacara yang berlangsung, Senin (16/1/2023) tersebut dipimpin oleh Bupati Kepulauan Aru dr. Johan Gonga selaku inspektur upacara dengan tema “Kobarkan Semangat Kejuangan Samudra Untuk Kejayaan Indonesia”

Sedangkan bertindak sebagai Komandan Upacara yakni Danden Pom Lanal Aru, Kapten Laut (PM) Ahmad Nurfadilah dan Perwira Upacara adalah Pasminlog Lanal Aru, Letda Laut(S) Ruji Arifin.

Hadir dalam upacara itu, Danlanal Aru Letkol Laut (P) R. Heru Cahyono, S.Sos., M.A., CHRMP. dan Forkompinda Aru, Pimpinan OPD lingkup Pemkab Kepulauan Aru serta tamu undangan lainnya.

Amanat Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Muhammad Ali, S. E., M.M., M.Tr.Opsla dalam sambutannya yang dibacakan oleh Bupati Kepulauan Aru mengatakan bahwa Peringatan hari Dharma Samudera kita gunakan sebagai momentum untuk mengenang kepahlawanan para pejuang laut yang ini telah mendharma-bhaktikan, bahkan merelakan hidupnya demi kejayaan bangsa dan negara.

Dikatakan, Enam puluh tahun yang lalu satu peristiwa di Laut Arafuru menjadi lukisan tinta emas dalam lembar sejarah perjalanan bangsa indonesia.

Dijelaskan pula, putra-putra bumi pertiwi gugur dalam keberanian yang tak terbayangkan.

“Dengan kapal yang jauh lebih kecil, sama sekali tidak mengecilkan semangat patriotisme mereka untuk melawan armada belanda dengan lantang Komodor Yos Soedarso berseru kobarkan semangat pertempuran. Satu pekik yang membakar semangat perlawanan prajurit KRI Matjan Tutul. mereka tau, peluang berhasil hampir mustahil, tetapi mereka terus bertempur dan menolak untuk menyerah,” katanya.

Peristiwa itu, lanjut Kepala Staf Angkatan Laut adalah teladan sempurna dari ksatria, semangat patriotisme, jiwa korsa, kerelaan berkorban, dan perjuangan tanpa pamrih para pahlawan-pahlawan samudera.

“Nilai-nilai kepahlawanan dan perjuangan itu harus terus diabadikan dalam setiap hati sanubari prajurit Jalasena dan diwariskan kepada generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Menurutnya, situasi dan tantangan yang dihadapi akan berbeda dari generasi ke generasi, tetapi nilai-nilai kepahlawanan dan prinsip-prinsip perjuangan tidak akan pernah berubah dan berganti-ganti.

“Pewaris nilai-nilai kepahlawanan dan prinsip-prinsip perjuangan yang telah dicontohkan oleh para pendahulu menjadi semakin penting pada situasi saat ini. Dimana kemajuan teknologi telah membuka interaksi tanpa batas antara bangsa-bangsa di dunia yang melahirkan berbagai pengaruh. Tidak hanya positif, tetapi juga negatif situasi ini berpotensi mengikis identitas dan karakter bangsa Indonesia yang dapat mengancam jati diri dan ketahanan sebagai sebuah bangsa,” ungkap Laksamana TNI Muhammad Ali.

Ditambahkan, keteladanan akan nilai kepahlawanan dan prinsip perjuangan juga sangat penting dalam membangun kejayaan TNI Angkatan Laut.

“Saya tegaskan kepada setiap prajurit Jalasena Samudra yang menjadi garda terdepan di semua kalangan, Yang mengamankan laut-laut perbatasan, Yang mengawal pulau-pulau terluar, Yang menjaga perdamaian dunia,
Yang menjamin tegaknya hukum di setiap penjuru Laut Nusantara.
Melanjutkan Dharma Bhakti kepada TNI Angkatan Laut, TNI, Bangsa dan Negara yang sangat kita cintai bersama. “Kobarkan Terus Semangat Pertempuran,” tegasnya berpesan.