Dobo, BeritaJar.com: Pekan kemarin, warga desa batugoyang Kecamatan Aru Selatan Timur digegerkan dengan
penemuan dua mayat tidak dikenal yang hingga kini belum diketahui identitasnya.
Berdasarkan laporan kejadian yang dilaporkan pengurus kapal KM Kasim Jaya, Djefry di Cilacap, menjelaskan bahwa Senin tanggal 5 September 2022 sekira pukul 12 30 wit dengan posisi kordinat 07° 09° S507°LS 133° 39° 00° BT tiga ABK tidak ada/hilang dari kapal sekitar pukul 12.30 WIT.
“Tiga orang ABK Kapal Perikanan KM. Kasim Jaya hilang dari atas Kapal pada saat Kapal sedang lego jangkar setelah melakukan penangkapan ikan di perairan laut Dobo Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku,” ungkap Djefry dalam laporan Nomor : LK/06/IX/HUK.12.1/2022 Direktorat Polairud Pold Jabar yang diterima media ini, Senin (31/10/2022).
Dikatakan, ketiga ABK yang hilang tersebut adalah Asep Andika (27), alamat : Jalan Petreman RT /RW. 001/011 Kel. Pegambiran Kec. Lemahwungkuk Kota. Cireborn, Shalahuddin Al’ayyubi Khalish Mahmud (18), alamat Jalan R 1 No 26 RT/RW. 006/004 Kel. Kebon Baru Kec. Tebet Jakarta Selatan dan Mohammad Nur Al Dzikri (24), alamat Jalan Semangka Kel Jatipulo Kec. Palmerah Jakarta Barat.
“Sekitar pukul 12.30 WIT diketahui tiga orang ABK atas nama Asep Andika, Shalahudin Alayyubi Khalis Mahmud dan Mohammad Nur Al Dzikri diketahui sudah tidak ada di atas kapal/hilang, kemungkinan besar ketiga orang ABK tersebut menghilang atau meninggalkan Kapal pada pagi hari saat Kapal lego jangkar dan seluruh ABK Kapal sedang istirahat tidur setelah melakukan penangkapan ikan di perairan laut Dobo,” ujarnya.
Menurutnya, KM. Kasim Jaya bertolak dari Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan Kota Cirebon, menuju perairan laut Dobo untuk mencari ikan, berangkat dengan 18 orang Awak Kapal termasuk Nahkoda, alat tangkap yg digunakan jaring Liong Bun (Gillnet Cucut),
Selanjutnya, 6 September 2022 sekitar pukul 06.30 WIB sdr Djepri selaku pengurus Kapal Perikanan KM. Kasim Jaya mendengar kabar dari nakhoda Edi bahwa pada hari Senin tanggal 5 September 2022 sekitar pukul 12.30 WIT, tiga orang ABK atas nama Asep Andika, Shalahudin Al’’ayyubi Khalis Mahmud dan Mohammad Nur Al Dzikri diketahui sudah tidak ada di atas Kapal/hilang,
Kemungkinan besar kata Djefry, ketiga orang ABK tersebut menghilang atau meninggalkan Kapal pada pagi hari saat Kapal sedang lego jangkar dan seluruh Awak Kapal Perikanan KM Kasim Jaya termasuk Nahkoda sedang istirahat (tidur) setelah melakukan penangkapan ikan di perairan laut Dobo.
“Sehingga tidak ada satu orang pun awak kapal yang mengetahui kemana dan dengan cara apa ketiga orang ABK tersebut meninggalkan Kapal, selain itu barang-barang pribadi milik ketiga ABK tersebut juga tidak ada di atas Kapal,” jelasnya dalam laporan tersebut.
Setelah mendapat kabar tersebut, Djepri menginstruksikan Nahkoda untuk melakukan pencarian terhadap ketiga ABK yang hilang tersebut, namun sampai dengan tiga hari pencarian ketiga ABK yang hilang belum ditemukan.
Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke Kantor Polairud Polda Jabar, Kasubit Gakum AKP Casanto, SH dan yang menerima laporan, Bripka. Diat Riwayat Nugraha.
Terkait hal tersebut, ketika dikonfirmasi Kasat Polairud Polres Kepulauan Aru Ipda J. Latumeten, Senin (31/10) mengaku sampai hari ini tidak ada laporan dari pihak perusahan kepadanya.
“Lokus deliktinya di Dobo, namun sampai kini tidak ada laporan buat kami secara khususnya tim rescue yang terdiri dari Basarnas dan Polairud dan Lanal,” ucapnya.
Hal yang sama disampaikan kepala Koordinator Pos SAR Aru, Reinhard Loppies menyampaikan bahwa hingga kini pihak Basarnas juga belum mendapat laporan dari pihak perwakilan kapal atas kejadian tersebut.
Sementara itu, Perwakilan kapal tersebut di Dobo, Rinto Sukandar saat dikonfirmasi mengakui kejadian tersebut, namun diambil alih laporan di Jawa Barat (Jabar).
“Saya sudah sampaikan ke pihak perusahan untuk laporannya di sini (Polres atau SAR Dobo) terkait dengan lokasi kejadian, namun sudah diambil alih di Jabar, bahkan saya sampai katakan agar kapal tersebut segera merapat ke Dobo untuk dilakukan pemeriksaan, namun lagi-lagi tidak di ikuti hingga kini,” jelasnya singkat.






