Dobo, BeritaJar.com: Wakil Bupati Kepulauan Aru Muin Sogalrey menghadiri pembukaan kegiatan Pelatihan Penguatan Kapasitas Pemilih Perempuan dan Laki-laki GPM dalam Kehidupan Politik di wilayah Maluku Tenggara dan Aru Tahun 2022.
Pelatihan yang digelar oleh Sinode GPM itu berlangsung, Minggu (9/10/2022) di Gereja Sumber Kasih Jemaat Marbali.
Pada kesempatan tersebut, atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru, Sogalrey mengucapkan selamat datang bagi Ibu Wakil MPH Sinode GPM, bersama staf dan Ibu pendeta Beatrix Orno istri Wakil Gubernur Maluku di Dobo Kabupaten Kepulauan Aru.
Dalam sambutannya, Wabup Aru katakan, upaya perbaikan Gender dari tahun ke tahun menyisakan pekerjaan rumah bagi pemerintah dan seluruh elemen lainnya.
“Tergambar dalam prespektif ruang publik dan politik, terdapat kesenjangan yang cukup signifikan menurun dalam partisipasi perempuan dibanding laki-laki,” ucapnya.
Ketidakmerataan tersebut kata Sogalrey, cenderung menimbulkan ketimpangan tak berakhir. Untuk itu, realitas tersebut perlu direfleksikan dalam bentuk agenda ruang gerak edukasi untuk mempersempit issu gender gap dalam seluruh lini pelayanan.
Menurutnya, agenda pesta demokrasi adalah salah satu contoh ruang publik musiman yang sering menimbulkan agitasi sosial yang menggilas nilai moral, etis dan iman akibat lemahnya sumber daya manusia dalam penguatan kapasitas berkelanjutan.
“Dimana peta kampanye melibatkan laki-laki dan perempuan terus membentang luas dengan menampilkan figuritas masing-masing yang mengemas visi misi serta jargon dalam merebut dukungan publik,” ujarnya.
“Lalu dimana isu gender berada? Diantara relasi aktor politik dan basis pemilih yang saling mengasah, bagaimana kita menempatkan agenda kesetaraan gender dan penguatan kapasitas perempuan dan laki-laki sehingga memberikan makna menguat sehingga kedaulatan hak masing-masing tidak dibayangi oleh kelompok superior, kontrak politik dialog yang cenderung melemahkan satu dengan lainnya pada lokus-lokus sarana publik dan grup virtual, dengan gagasan perempuan pilih perempuan atau laki-laki pilih laki-laki,” tambah Wabup dua periode ini.
Dirinya juga memberikan apresiasi kepada GPM, yang sangat pro terhadap kondisi ini, dimana terus menggagas program kegiatan yang sangat berdampak positif diminimalisir persoalan tersebut.
“Kegiatan ini saya pandang sebagai ruang strategis bagi GPM untuk mendorong warganya demi mengubah cara pandang terhadap kesetaraan gender dalam prespektif Iman Kristen,” tandasnya.
Ia berharap kegiatan ini bukanlah sebuah selebrasi tanpa makna, tetapi dapat diikuti dengan baik agar berdampak dalam seluruh agenda demokrasi yang akan berlangsung baik pemilu Kades, Legislatif, Bupati, Gubernur dan Presiden mendatang.
Kepada MPH Sinode GPM, Sogalrey menyampaikan terima kasih telah menjangkau ruang advokasi ini bahkan sampai di Kepulauan aru.
“Saya yakin dan percaya bahwa hasil akhir yang ingin dicapai bersama adalah untuk merajut kemitraan bersama yang telah tergagas oleh GPM dalam menerjemahkan kehadiran perempuan dan laki-laki sebagai Imagodei Allah yang terus mencitrakan kebaikan Allah dan menguatkan kemitraan prakarsa Allah yang menghidupkan dalam konteks bergereja, masyarakat Bangsa dan Negara,” pintahnya.








