Ini Harapan Bupati Aru Saat Kunjungi Setiap Sekolah Bersama Pengurus Yayasan Pembinaan Pendidikan Kristen (YPPK) Dr. J.B. Sitanala

oleh -

Dobo, BeritaJar.com: Bupati Kepulauan Aru dr Johan Gonga bersama Pengurus Pusat dan Pengurus cabang Yayasan Pembinaan Pendidikan Kristen (YPPK) Dr. J.B. Sitanala melakukan kunjungan kerja di sejumlah sekolah pada Selasa, (26/07/2022).

Turut serta dalam kunjungan tersebut diantaranya Kepala Dinas pendidikan provinsi Dr, Ir, Insum Sangadji, M.Si, Bupati Kepulauan Aru dr Johan Gonga, wakil bupati Kep Aru Muin Sogalrey,Ketua Pusat YPPK Dr.J.B.Sitanala Sarlota Singerin.M.Pd, Kajari Kepulauan Aru Parada Situmorang, Kepala Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Aru Yusuf Apalem, Danlanal Kepulauan Aru diwakili Kapten Laut (P ) Daulat Mangasi.T, SH, Kepolres Kepulauan Aru di wakili Kasatbimas Iptu Hanok Pelatu, Ketua pengadilan negeri diwakili Manstuentus Patti, SH, dan Dosen unpati Ambon Prof Dr. Mercy Papilaya, serta Prof, Dr Hendrik Elim, P.SD.

Sekolah yang di kunjungi Bupati bersama rombongan itu yakni, SMA PGRI, SD Inpres Rabiajajala, SMP Yos Sudarso Dobo, SD dan SMP Kristen Dobo serta SD Kristen Desa wangel.

Peninjauan sekolah-sekolah tersebut di sambut baik oleh para guru bersama siswa-siswi dengan menyuguhkan berbagai tarian adat Aru.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, Dr, Ir, Insum Sangadji, M.Si, dalam arahannya mengatakan kedepan ada bantuan dari Pemerintah Daerah untuk Sekolah penggerak terutama yang sudah memiliki lahan dan sertifikat.

” Jadi bantuan dari pusat itu bisa didapatkan, apabila sudah memiliki sertifikat, siswa yang memadai, guru dan fasilitas pendukung lainnya ( ruang belajar yang memadai),” ujar Sangadji.

Sangadji mengakui kalau semua sekolah di Provinsi Maluku belum punya sertifikat dan itu tidak diterima oleh kementerian.

“Saya tadi minta bantu pak bupati dan wakil bupati untuk semua sekolah nanti di cek. Sehingga Sekolah yang belum punya sertifikat harus segera diurus, kalau tidak, tidak akan pernah dapat bantuan dari pusat,” akuinya.

Lebih lanjut di jelaskan, bahwa untuk mendapatkan bantuan dari pusat tentu sekolah harus memenuhi beberapa persyaratan diantaranya sertifikat, sekolah pendukung, Gurunya itu sudah harus komplet dan kwalitas.

“Kalau kita mau mengusulkan sekolah baru, harus gurunya komplet/ lengkap baru di terima. Kemudian jarak antara satu sekolah dan sekolah. Kalau semua persyaratan itu sudah bisa terpenuhi baru bisa dibangun sekolah. Saya tahu betul bahwa di sini banyak tempat yang belum ada sekolah tapi sayangnya persyaratan itu belum di lengkapi,” jelas Kadis.

“Selain itu kita tidak bisa mengusulkan jenis pola baru, kalau belum bisa mencapai target. Terutama guru-guru terkait dengan alokasi dan kurikulum,” ucapnya.

“Sekolah harus memberikan pelatihan, membuat pelatihan investory terhadap implementasi dari pada kurikulum, agar kita dapat bersaing dan menjadi sekolah modern,” tambah kadis.

Sementara itu, Bupati dr Johan Gonga di kesempatan itu mengatakan, pemerintah daerah mempunyai fisi dan misi untuk membangun di bidang pendidikan, di semua desa.

“Kami telah berupaya untuk membangun sekolah di semua desa, baik itu SD, SMP maupun SMA, begitu juga dengan puskesmas. Dimana kami melakukan hal ini kerena kondisi geografis di Kepulauan Aru, desanya terpisah dari ibu kota kabupaten yang di tempuh melalui jalur laut,” paparnya.

Bupati dua periode ini juga mengaku bahwa saat ini Pemerintah daerah juga telah memberikan beasiswa untuk sekolah kedokteran, migas, kebidanan dan perikanan.

“Pemerintah daerah telah memberikan beasiswa juga kepada sekolah kedokteran di antaranya adalah dokter Hewan. Untuk itu kami mengharapkan pihak provinsi membantu kami dalam pemberitaan beasiswa Kepada anak Aru yang berprestasi di bidang pendidikan agar kedepannya generasi Aru dapat meningkatkan Kualitas pendidikan yang lebih baik,” ungkap Gonga.