Gelar Pemetaan dan Analisa Situasi Program Stunting, Ini Kata Bupati

oleh -

Dobo, BeritaJar.com: Dinas Pengendalian Pendudukan dan KB (DPPKB) Kepulauan Aru menggelar pertemuan aksi 1 dan 2 terkait pemetaan dan analisa situasi program stunting di Kabupaten Kepulauan Aru.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula gedung BPKAD Kepulauan Aru, Senin (18/4/2022) dan dibuka langsung oleh Bupati Kepulauan Aru dr. Johan Gonga.

Dalam sambutannya, Gonga menyampaikan bahwa Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan akibat infeksi berulang yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan berada dibawah standar.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaksana tingkat Kabupaten Kepulauan Aru, yang mana telah melaksanakan berbagai inovasi, demi meningkatkan kualitas pengendalian dan monitoring evaluasi berkala, sebagai bagian dari implementasi strategi nasional,” ucapnya.

Lanjut dikatakan, berdasarkan hasil survey/study status gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 yang dilakukan oleh Bapelitbangkes Kementrian Kesehatan bekerjasama dengan Biro Pusat Stastik dan didukung oleh Sekretariat Wakil Presiden RI memberikan hasil studi prevalensi stunting di Kabupaten Kepulauan Aru tahun 2021 yakni sebesar 35,80 %.

Hal ini kata Bupati Gonga, memberi gambaran bagi kita semua untuk meningkatkan kinerja kita selaku tim pelaksana di daerah, dalam wujud pengawasan, akurasi data didukung dengan hasil aksi berkelanjutan agar menjadi dasar penetapan rencana aksi dan pelaporan hasil yang baik dan benar.

“Untuk itu, melalui kegiatan aksi 1 dan aksi 2 di saat ini, saya berharap dapat memberikan dampak positif dalam rangka penetapan lokus stunting pada desa/kelurahan di kabupaten ini,” harapnya.

Selain itu lanjut Gonga, penetapan program dan alokasi dana dapat dimaksimalkan demi intervensi yang spesifik dan intervensi sensitif guna percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kepulauan Aru.

Hal ini perlu diperhatikan, sebab pencegahan stunting membutuhkan keterpaduan sinergitas lintas sektor, maka diperlukan intervensi, perhatian dan kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat untuk memberikan asistensi, edukasi dan advokasi, kepada masyarakat serta penyelarasan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan dan pengendalian untuk sadar arti pentingnya memenuhi gizi spesifik dan gizi sensitif.

“Saya tegaskan kepada tim agar dapat memaksimalkan pelaksanaan penilaian kinerja intervensi penurunan Stunting terintegrasi, adalah upaya pembinaan dan pengawasan kinerja kabupaten dalam meningkatkan keterpaduan intervensi gizi, dalam rangka percepatan penurunan stunting, yang merupakan salah satu prioritas nasional, dan pada penetapan strategi nasional pencegahan Stunting periode 2018-2024,” ujar Gonga.

Disampaikan itu, dirinya menjelaskan, tujuan pelaksanaan penilaian kinerja adalah untuk mengukur tingkat kinerja pemerintah kabupaten dan memastikan akuntabilitas kinerja, serta mengapresiasi pemerintah kabupaten dalam pelaksanaan delapan aksi konvergensi penurunan stunting.

Gonga juga meminta kepada tim penilai, untuk dapat melakukan tugas penilaian sesuai petunjuk teknis. Penilaian kinerja yang sudah diberikan dan bagi semua pimpinan OPD lintas sektor, agar dalam melaksanakan tugas haruslah bekerja dengan sungguh-sungguh dalam mendorong percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kepulauan Aru.

Hal ini kata Gonga, perlu mendapat perhatian khusus, karena pada strategi nasional terdapat lima pilar, dimana pilar ketiga menjelaskan tentang konvergensi program pusat, daerah dan desa yang bertujuan untuk memperkuat konvergensi melalui koordinasi dan konsolidasi program dan kegiatan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua stakeholder pelaksana, baik tingkat kabupaten sampai ke desa-desa, yang telah memaksimalkan potensi dalam upaya bersama pelaksanaan tujuan yang mulia ini, kerja sama dan kolaborasi diperlukan untuk memanfaatkan potensi masing-masing dalam rangka pelaksanaan tugas-tugas kita sesuai peran fungsi masing-masing,” pungkasnya.