Pencegahan Anemia Defisiensi Besi Pada Anak

oleh -
Gambar Ilustrasi

Oleh: dr. Vica Natalia Gonga

Anemia merupakan suatu kondisi dimana jumlah sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari pada normal. Hemoglobin berfungsi dalam mengikat oksigen untuk dibawa keseluruh tubuh, sehingga menyebabkan terjadi beberapa keluhan seperti lemah, letih dan lesu. Anemia tidak hanya menyerang orang dewasa, namun juga dapat terjadi terutama pada anak- anak. Diperkirakan sekitar 42% anak- anak di bawah 5 tahun mengalami anemia.

Salah satu anemia yang sering terjadi pada anak adalah anemia defisiensibesi. Anemia defisiensibesi merupakan keadaan dimana tubuh tidak memiliki kecukupan  zat besi. Zat besi ini sangat berguna dalam pembentukan sel darah  merah, sehingga akibat dari kekurangan ini oksigen tidak dapat dibawa secara  efektif.

Kekurangan zat besi dapat disebabkan karena berbagai  hal, seperti: (1) tubuh kekurangan darah dan tubuh tidak dapat menggantikan jumlah darah yang keluar; (2)  tubuh tidak menyerap zat besi yang masuk; (3) tubuh mampu menyerap zat besi, namun makanan yang dikonsumsi tidak mengandung zat besi yang cukup. Kekurangan  zat besi yang terjadi pada anak paling banyak karena tidak mendapatkan makanan yang cukup zat besi atau karena gangguan dari saluran cerna akibat konsumsi susu sapi yang berlebihan.

Pada anak yang mengalami anemia defisiensibesi, didapatkan gejala lemah, letih, lesu, Lelah, anak tampak pucat, kuku tampak tidak normal (tidak terlihat seperti anak normal lainnya), kehilangan nafsu makan, anak tampak lebih sering makan makanan yang tidak biasa (seperti es batu, tanah, rambut), penurunan konsentrasi, keterlambatan dalam perkembangan hingga pada anemia defisiensibesi yang parah bias didapatkan gangguan pada pemeriksaan jantung.

Anemia defisiensibesi pada anak dapat dicegah dengan beberapa cara: (1) pada bayi sebaiknya  diberikan ASI ekslusif (pemberian ASI hingga usia 6 bulan), namun jika ASI tidak  mencukupi  dianjurkan  untuk pemberian suplemen zat  besi guna untuk memenuhi kebutuhan zat besi dalam tubuh bayi (berdasarkan konsultasi dengan dokter); (2) tingkatkan kualitas makanan pada anak, berikan  makanan seperti daging, bayam, kacang- kacangan, dan jus buah membantu dalam meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh; (3) hindari susu sapi sebelum usia 1 tahun dan jika tidak bias diberikan ASI, dapat diberikan susu formula yang kaya akan zat besi.