Dobo, BeritaJar.com: Plt Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Aru dr. Wati Gunawan mengakui kesalahan update data Covid-19 Kabupaten berbeda dengan data Covid-19 Provinsi Maluku. Hal ini sangat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan aktifitas di daerah.
“Sampai hari ini, Kita sendiri jadi bingung dengan data yang di keluarkan Gustu Provinsi, karena itu data yang salah.
Kejadian seperti ini sudah terjadi berulang kali, namun saja tidak ada perubahan,” ucapnya saat dikonfirmasi media ini, Kamis (12/8/2021).
Dikatakan, Memang data yang dikirim ke provinsi tidak langsung ke Gustu Provinsi, namun melalui Dinkes Provinsi, kemudian di kirim di Gustu Provinsi.
Kondisi ini, kata Gunawan, sementara dikoordinasi dengan Dinkes Provinsi terutama dengan petugas yang menerima maupun yang melanjutkan data ke Gustu Provinsi.
“Hari ini, data kasus aktif 39 orang, isolasi mandiri 38 orang, di rawat 1 orang, meninggal 21 orang, sembuh 1144 orang, total kasus 1202 orang,” ungkapnya.
Dirinya juga mengakui bahwa akibat tidak ada perubahan data covid-19 Aru di tingkat Gustu Provinsi sangat berdampak terhadap perkembangan dan pertumbuhan ekonomi dan aktifitas di daerah.
Sehingga sambung Kadinkes, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi terkait dengan perbedaan data yang sangat jauh saat di rilis Gustu Provinsi.
Gunawan mencontohkan data Kabupaten Kepulauan Aru tanggal 10 Agustus 2021 kemarin, pasien yang terkonfirmasi positif berjumlah 38 orang, namun muncul rilis Gustu Provinsi Aru terkonfirmasi positif berjumlah 86 orang, data ini di dapat dari mana.
“Ini yang sangat kita bingung dengan data tersebut karena sampai hari ini status kita tidak berubah,” papar Direktur RSUD Cenderawasih Dobo ini.






