Dihajar Ombak Besar, Satu Warga Aru Meninggal dan Tiga Lainnya Selamat

oleh -
oleh
Ilustrasi
Dobo, BeritaJar.com: Akibat perahu (Kedo-kedo) tenggelam karena diterjang gelombang laut yang kencang pada mulut sungai selat sir-sir mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan tiga lainnya dilaporkan selamat dari maut tersebut.
Empat warga Aru yang beralamat desa Waifual tersebut adalah Meky Djabumona,(29) selamat, Johanis Djabumona (22) selamat, Laurensius Djabumona (19) selamat dan Mercy Djabumona (23) dilaporkan meninggal dunia dan telah ditemukan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun.Aru.Com, Kamis (20/2/2020) dari Adam Webtabtabah, Kepala Desa Waifual, Kecamatan Sir – sir Kabupaten Kepulauan Aru, terkait dengan kecelakaan laut satu unit ketinting (Kedo-kedo) yang mengakibatkan 1 (Satu) orang masyarakat desa Waifual, Kecamatan Sir – Sir hilang dan setelah ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa/meninggal dunia. 
Adapun Kronologis kejadian, Menurut keterangan Kepala Desa bahwa pada hari rabu 19 februari 2020 sekitar pukul 11.00 WIT terdapat 2 (dua) unit Ketinting yang akan berangkat  dari pelabuhan feri pasar timur, kelurahan Galaydubu, Kecamatan Pulau² Aru menuju desa Waifual Kecamatan Sir – Sir dengan jumlah penumpang masing-masing ketinting 4 orang.
“Sekitar pukul 16.00 Wit (Jam 4 sore) kedua unit ketinting tersebut diterjang gelombang laut yang kencang pada mulut sungai selat sir-sir sehingga mengakibatkan 1 (satu) unit ketinting milik bapak Meky Djabumona terbalik dihantam gelombang sehingga ketinting satu unit lainnya berupaya menolong korban ketinting terbalik dan berhasil amankan ketiga penumpang (korban selamat) sedangkan satu orang korban lainnya (sdri. Mercy Djabumona) tidak ditemukan dalam pencarian tersebut,” kata Adam.
Selanjutnya, Pukul 19.00 Wit satu unit ketinting yang selamat dari terjangan gelombang dengan membawa ketiga korban selamat ketinting yang terbalik kembali pulang menuju ke desa Waifual untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah dan masyarakat desa setempat untuk melakanakan pencarian bersama.
Kemudian, Pukul 19.50 WIT warga masyarakat dengan menggunakan 1 (satu) unit spit milik desa Waifual kembali ke TKP untuk mencari korban hilang sdri. Mercy Djabumona dengan mengelilingi pintu masuk sungai sampai ke laut namun dalam pencarian tersebut sampai dengan pukul 22.00 Wit dengan hasil Nihil sehingga masyarakat pencarian korban kembali pulang ke desa Waifual dan berencana keesokan harinya untuk kembali mencari korban hilang.
“Pada hari ini (Kamis 20/2) sekitar pukul 09.30 WIT  korban hilang tenggelam atas nama Mercy Djabumona ditemukan oleh warga masyarakat desa Waifual yang hendak bepergian melaut (nelayan) di sekitaran sungai Sir-sir dengan posisi telungkup dan sudah tidak bernyawa (Meninggal Dunia),” ungkap sang kedes.
Pukul 10.00 WIT warga masyarakat desa Waifual bersama petugas kepolisian dari polsek Aru Utara langsung membawa mayat kembali ke desa Waifual untuk disemayamkan di rumah duka desa Waifual.
Adapun kerugian – kerugian Lakalaut yakni 1 (satu) buah Ketinting (Kedo-kedo) milik bapak. Meky Djabumona hilang (tenggelam).
Sementara Kapolsek Aru Utara, IPDA Kalep Rumtutuly, SH kepada media ini membenarkan kejadian nahas tersebut.
“Kejadian perahu (Kedo-kedo) tenggelam itu benar dan kemungkinan saudari Mercy Djabumona meninggal dunia karena terseret arus dan gelombang laut yang kencang,” ujarnya.
Perlu diketahui bahwa Perkembangan cuaca sampai saat ini angin kencang disertai hujan serta gelombang laut kencang dan diperkirakan gelombang laut naik antara 2,50 – 4 meter di laut Kepulauan Aru sehingga Syahbandar UPP Klas III Dobo bekerja sama dengan BPBD Kepulauan Aru sudah seringkali memberikan himbauan kepada warga masyarakat Kepulauan Aru yang hendak bepergian ke desa (kampung-kampung) atau melaut dengan Motor laut/spit/ketinting agar dipending mengingat cuaca yang tidak bersahabat (buruk).
Diharapkan kepada pimpinan baik itu TNI dan Polri agar memberikan perintah lagi kepada anggota jajaran khususnya Pos TNI-AL (Posmat), BABINSA Koramil & BHABINKAMTIBMAS polsek agar memberikan penekanan lagi kepada warga desa binaannya masing-masing demi tercapai keselamatan bagi warga masyarakat.