Seleksi PPK Tercoreng, Diduga Kunci Jawaban Beredar Saat Seleksi PPK

oleh -
oleh
Ilustrasi
Dobo, BeritaJar.com: Seleksi Panitia Penyelenggara Kecamatan (PPK) oleh KPU Kabupaten Kepulauan Aru tercoreng akibat diduga kunci jawaban saat tahapan seleksi tertulis beredar di oknum peserta.
Beredarnya kunci jawaban ini secara langsung mencoreng lembaga penyelenggara pemilu ini yang merupakan lembaga independen yang menjunjung asas jujur, adil, terbuka, tranparansi dan berintegritas.
Berdasarkan penelusuran media ini menemukan bukti selembar kunci jawaban yang sudah di berikan titik hitam pada beberapa nomor. Titik hitam sebanyak 14 tersebut merupakan jawaban yang salah, sementara sisa 86 merupakan jawaban yang benar.
Dari hasil penelusuran ini juga diketahui peserta yang mendapatkan kunci jawaban ini berinisial BP yang lolos pada tahap seleksi tertulis dengan wilayah kerja Kecamatan Aru Selatan timur.
Selain beredarnya kunci jawaban yang menandakan KPU Aru tidak menjunjung asas jujur, adil, terbuka, tranparansi dan berintegritas, dalam proses pengumuman hasil seleksi juga tidak mencantumkan nilai.
Banyak kalangan masyarakat juga menanyakan pengumuman tersebut, jika KPU Aru ingin menjunjung asas tersebut, maka tidak ada alasan untuk tidak mencantumkan nilai dengan alasan tidak ada juknis maupun format pengumuman tidak ada kolom nilai.
Ini kan kembali ke komisioner semata, apakah mau tidak menjunjung asas jujur, adil, terbuka, tranparansi dan berintegritas apa tidak, kan begitu.
Selain itu, pihak Bawaslu Aru juga harus jeli dan profesional dalam menjalankan fungsi pengawasan tersebut.
Sementara terkait kejadian tersebut, ketua KPU Kabupaten Kepulauan Aru, Mustafa Darakay kepada sejumlah Wartawan diruang kerjanya,  Senin (10/2/2020) mengaku akan melakukan rapat bersama dengan komisioner untuk bahas masalah tersebut.
Ketua Bawaslu Aru, Ambran Bugis ketika dikonfirmasi terkait masalah ini, dirinya mengaku belum tahu karena belum ada laporan dari devisi pengawasan.
“Saya akan konfirmasi ke ketua devisi pengawasan dulu, baru saya bisa sampaikan, karena hingga kini belum ada laporan terkait informasi tersebut. (Tim).