![]() |
| Ilustrasi |
Dobo,BeritaJar.com: Lima warga Aru di kabarkan hilang (Tersesat) selama 3 hari di hutan pulau Trangan, Kecamatan Aru Selatan sejak Selasa (21/01). Dua diantaranya adalah pendeta Klasis GPM Aru Selatan.
Mereka adalah pendeta jemaat GPM Juring Jois Weber, pendeta jemaat GPM Gomar Sungai Ake Warela, Bendahara jemaat GPM Juring (Penatua) Jamres Kalorbobir, Bendahara jemaat GPM Erersin (Diaken) Yosina Torler dan Bendahara jemaat GPM Gomar (Diaken) Sungai Yohana Waliana.
Berdasarkan informasi yang di dapat media ini bahwa pada hari Selasa (21/01), Mereka melakukan perjalan dari Desa Jerol ke Kepala Sungai Lor-lor sekitar jam 10 pagi tiba di kepala sungai dan melakukan perjalanan lagi ke Kepala sungai juring kemudian mereka tersesat (hilang) di hutan dan masyarakat sementara melakukan pencarian.
“Dari kemarin malam (Selasa) Sampai sekarang belum juga ketemu dan kami sudah melakukan pencarian serta koordinasi ke desa Juring sampai sekarang belum juga ketemu,” ungkap Aleka salah satu masyarakat Aru Selatan kepada media ini di Dobo, Kamis (23/01/2020).
Sementara Kepala BPBD Kabupaten Kepulauan Aru, Fredrik Hendrik yang dihubungi media ini membenarkan kejadian tersebut.
” Iya benar, kedua pendeta bersama dua diaken dan satu penatua tersebut tersesat di hutan saat perjalanan dari Lor-Lor, Kecamatan Aru Selatan menuju Desa Erersin, Juring dan Gomar Sungai, sejak hari Selasa. Dan informasi ini baru kami terima, Saya lagi melakukan koordinasi dengan Camat Aru Selatan Utara, Hasna Benamen serta jajaran kepolisian guna melakukan pencarian bersama dengan warga,” katanya.
Lanjut dikatakan, Pencarian dilakukan desa- desa tetangga seperti di Desa Erersin, Juring dan Gomar Sungai, dan beberapa desa tetangga lainya.
“Sekitar pukul 14.30 WIT kelima warga yang tersesat selama tiga hari tersebut kini sudah ditemukan dengan selamat dan sementara berada di Desa Juring,” ucap Hendrik.






