Dobo, Beritajar.com: Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Aru (SAPA) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Kabupaten Kepulauan Aru, Selasa (15/9/2026).
Membawa sekitar 20 massa aksi, SAPA mendesak DPRD memperkuat fungsi pengawasan terhadap berbagai kebijakan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru.
Dalam aksi tersebut, massa membawa kain hitam bertuliskan “DPRD Aru telah mati”, replika batu nisan bertuliskan “RIP DPRD Aru”, serta sejumlah pamflet berisi kritik dan tuntutan kepada DPRD.
SAPA menyampaikan 20 poin tuntutan, di antaranya terkait dugaan persoalan aset daerah, kebijakan galian C, penempatan dan pergantian pejabat, beasiswa, insentif tenaga kesehatan dan guru, pengelolaan anggaran, Tol Laut, kenaikan harga kebutuhan pokok, serta pinjaman daerah Rp68,8 miliar.
Dalam orasinya, massa menilai 25 anggota DPRD Aru belum maksimal menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah daerah. SAPA juga meminta DPRD menjalankan mandat rakyat secara independen dan kritis.
Aksi berlangsung hingga sore. Karena massa menyatakan belum mendapat tanggapan dari DPRD, sekitar pukul 17.20 WIT mereka memasang sasi adat berupa piring putih dan kain putih di depan pintu gedung Sekretariat DPRD.
Aksi berakhir sekitar pukul 17.34 WIT dalam keadaan aman dan tertib. SAPA menyatakan akan menyiapkan aksi lanjutan karena belum adanya tanggapan dari DPRD, dengan waktu pelaksanaan yang belum ditentukan.






