Dobo, Beritajar.com: Kebakaran lahan yang terjadi di area Yayasan Budi Luhur, tepat di samping kompleks Perkantoran Bupati Kepulauan Aru, Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 13.20 WIT, memicu kepanikan warga dan pengguna jalan.
Kobaran api yang cepat membesar disertai asap tebal membuat aktivitas di sekitar lokasi terganggu, termasuk latihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kepulauan Aru.
Asap pekat yang menyelimuti kawasan tersebut memaksa para anggota Paskibraka menghentikan sementara latihan dan beristirahat demi menghindari dampak buruk dari kabut asap.
Beberapa anggota bahkan terlihat hendak mendekati lokasi kebakaran untuk membantu, namun langsung ditegur oleh pelatih karena dikhawatirkan dapat membahayakan kesehatan mereka.
“Ade-ade kembali istirahat saja, jangan ke sini, karena asap api dapat mengganggu kesehatan kalian,” ujar salah satu pelatih kepada anggota Paskibraka di lokasi kejadian.
Terpantau, kebakaran yang terjadi di tengah cuaca panas itu juga berdampak pada arus lalu lintas. Para pengendara yang melintasi ruas jalan di sekitar lokasi terpaksa mengurangi kecepatan dan lebih berhati-hati karena jarak pandang terganggu oleh kepulan asap tebal.
Api dilaporkan merambat dengan cepat hingga mendekati area Kantor Badan Perbatasan dan sejumlah rumah warga yang berada di sekitar lokasi. Kondisi lahan yang kering, ditambah suhu panas dan tiupan angin, membuat kobaran api semakin sulit dikendalikan.
Tak lama setelah kebakaran terjadi, satu unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman. Namun, besarnya kobaran api serta angin yang cukup kencang menyebabkan api terus membesar dan menjalar ke beberapa titik.
Hingga berita ini diturunkan, petugas pemadam kebakaran masih berupaya memadamkan api. Mereka dibantu personel TNI dan Polri yang saat itu sedang mendampingi latihan Paskibraka, serta sejumlah warga yang ikut membantu mengendalikan kobaran api agar tidak menjalar ke permukiman warga.
Salah satu petugas yang turut melakukan pemadaman mengatakan penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Namun, dugaan sementara mengarah pada puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
“Belum diketahui penyebab kebakaran, tapi api diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” ujar salah satu petugas di lokasi kejadian.
Ia berharap masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan dan tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama pada musim kemarau dan cuaca panas yang dapat memicu kebakaran lahan dengan cepat.
“Kesadaran masyarakat sangat penting. Hal-hal kecil seperti membuang puntung rokok sembarangan bisa menimbulkan kebakaran besar yang membahayakan banyak orang dan merugikan masyarakat,” ujarnya.
Beruntung, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat peristiwa tersebut. Aparat gabungan dan petugas pemadam kebakaran masih terus melakukan pemantauan serta proses pendinginan guna memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.






